Karakteristik dan Keunggulan kaos polos CVC / Chief Value Cotton

kaos-polos-CVC

Cotton menjadi salah satu jenis kain yang banyak digunakan untuk pembuatan kaos polos karena memiliki karakteristik yang nyaman dan menyerap keringat, namun demikian jenis Cotton pun dibedakan menjadi beberapa jenis bahan kaos yang berbeda tergantung jenis materi lain yang dikombinasikan dengan Cotton.  Jika sebelumnya telah diulas mengenai karakkteristik jenis kain Teteron Cotton (TC) yang merupakan kombinasi antara Cotton dengan Polyester dengan perbandingan komposisi Polyester yang lebih dominan.  Kali ini akan diulas mengenai jenis bahan kaos polos CVC atau Chief Value Cotton yang memiliki karakteristik dan keunggulan yang berbeda jika dibandingkan dengan jenis kaos polos TC.

Mungkin masih banyak yang belum memahami dan bahkan menganggap jika CVC merupakan singkatan dari Cotton VisCose, padahal dari jenis kainnya saja kedua kain ini memiliki karakteristik yang berbeda.  Meskipun keduanya sama-sama kain katun, namun kombinasi kain lain yang digunakan membuat kedua jenis kain ini memiliki karakteristik yang berbeda.  Viscose sendiri merupakan jenis kain yang dikembangkan dari rayon yang pada awalnya digunakan untuk pembuatan serat sutra sintetis.  Jenis kain Viscose memiliki karakteristik yang lembut, menyerap keringat, bahan kain tidak kaku dan cenderung jatuh dengan warna yang agak mengkilat, namun jenis kain ini mudah rusak jika direndam dengan detergen selama lebih dari 1 jam.  Jadi berdasarkan kombinasinya, kain CVC (Chief Value Cotton) berbeda dengan Cotton Viscose yang selama ini mungkin dianggap sama.

Chief Value Cotton (CVC) merupakan jenis bahan kaos polos yang dibuat dengan mengkombinasi kain Polyester dengan Cotton, dengan perbandingan komposisi Cottonnya sama atau lebih dominan dibandingkan dengan Polyesternya.  Biasanya komposisi kain yang digunakan memiliki perbandingan 55% Cotton dan 45% Polyester, 60% Cotton dan 40% Polyester atau 50% Cotton dan 50% Polyester.  Dengan demikian bisa disimpulkan bahwa untuk jenis kain CVC, kandungan serat kapas alaminya bisa sama atau lebih besar dari kandungan Polyesternya sehingga memiliki karakteristik yang berbeda dengan jenis kain TC.  Jenis kain Chief Value Cotton (CVC) banyak digunakan untuk pembuatan kaos oblong polos maupun sablon.

Karena terbuat dari kombinasi jenis Cotton yang lebih dominan, maka jenis kain CVC memiliki banyak keunggulan dan berikut ini adalah keunggulan dari jenis kain CVC:

  • Jenis kain ini memiliki hygienic properties yang lebih baik jika dibandingkan dengan jenis kain TC.
  • Karakteristiknya lebih kuat jika dibandingkan dengan jenis kain Cotton yang mengandung 100% serat kapas alami.
  • Memiliki tingkat penyusutan atau shrink kain yang relatif lebih rendah.
  • Tidak mudah luntur karena memiliki daya penyerapan warna yang baik.
  • Memiliki daya tahan yang lebih awet.

Dengan mengetahui karakteristik dan keunggulan dari jenis kain CVC maka akan lebih memudahkan untuk memilih jenis kaos polos sesuai dengan kualitas dan harga yang diinginkan.  Untuk jenis kain dengan komposisi Cotton yang lebih banyak daripada Polyester, tentu masing-masing vendor atau suplier memiliki stok yang berbeda sesuai dengan ketersediaan jenis bahan kaos CVC yang ada. Kaos polos dengan bahan CVC juga banyak digunakan untuk model polo shirt polos.

http://kaospolosandalas.com

Apa itu kaos polos TC

kaos-polos-TC

Ada banyak jenis kain yang bisa digunakan dalam pembuatan kaos polos, masing-masing memiliki karakteristik yang berbeda, sebagai contoh Cotton Combed dan Cotton Carded.  Meskipun keduanya terbuat dari 100% serat kapas alami namun tetap memiliki perbedaan dalam hal kualitas maupun harga, demikian juga untuk jenis bahan kaos polos lainnya.  Penting kiranya untuk mengetahui jenis-jenis kain yang digunakan dalam pembuatan kaos polos, agar bisa dijadikan referensi sebelum membeli kaos yang diinginkan. Kali ini kita akan mengulas jenis kain Teteron Cotton atau biasa dikenal dengan istilah TC sebagai salah satu jenis kain yang digunakan dalam pembuatan kaos polos.

Teteron Cotton atau TC merupakan jenis bahan kaos yang terbuat dari kombinasi antara 2 jenis bahan yaitu Polyester dan Cotton atau katun.  Jika katun terbuat dari serat kapas alami, maka jenis kain TC memadukan kain katun dengan Polyester yang terbuat dari serat sintetis berupa fiberpoly. Material ini adalah bahan yang biasanya digunakan dalam pembuatan biji plastik.  Karena terbuat dari serat sintetis, Polyester memiliki karakteristik yang cenderung panas dan tidak menyerap keringat.  Karakteristik lain dari jenis bahan Polyester adalah kuat dan tahan meski direndam selama 3 jam, dan jika terkena noda minyak atau makanan cenderung susah untuk dihilangkan, itulah sebabnya jenis bahan ini sering dikombinasikan dengan jenis bahan lainnya seperti katun.

Jenis kain TC memiliki komposisi campuran Polyester yang lebih banyak dibandingkan Cotton, biasanya terdiri dari 35% Cotton dan 65% Polyester.  Atau bisa juga dengan komposisi yang berbeda, namun kandungan Polysternya tetap lebih banyak daripada kandungan Cottonny.  Hal ini sangat tergantung pada produsen dan kualitas bahan TC itu sendiri.  Jika dilihat dari sejarahnya, jenis kain TC atau Teteron sebenarnya adalah merk dagang dari produk fiber polyester yang telah diproduksi sejak tahun 1958 oleh Teijin dan Toray Industries.  Nama Teteron sendiri merupakan hasil dari sebuah kompetisi yang diadakan oleh Toray (Toyo Rayon) ketika mencari nama terbaik untuk produk Polyesternya.

Biasanya jenis bahan TC ini digunakan untuk pembuatan kaos polos maupun kaos sablon.  Jika dibandingkan dengan jenis kain Cotton, maka kain TC cenderung kurang nyaman karena selain panas, jenis kain TC juga kurang bisa menyerap keringat.  Meski demikian, jenis kain TC juga memiliki kelebihan seperti  misalnya tidak mudah kusut dan tidak mudah melar meskipun telah dicuci berkali-kali.  Keunggulan lain dari jenis kain ini tentu saja memilki range harga yang lebih terjangkau jika dibandingkan dengan jenis kain Cotton, dan biasanya digunakan untuk pembuatan kaos promosi, kaos partai, atau kaos olahraga dengan harga yang relatif murah.

Namun dengan kemajuan teknologi saat ini, memungkinkan untuk mengolah kembali bahan kaos TC dengan proses lebih lanjut menggunakan bahan kimia yang melembutkan sehingga menghasilkan jenis bahan TC yang lebih lembut.  Jenis bahan TC yang sudah diproses tersebut dikenal dengan istilah TC Soft yang memiliki karakteristik lembut menyerupai Cotton.  Agar tidak terkecoh, maka TC Soft dan Cotton bisa dibedakan dengan mengenakannya secara langsung dan berada di bawah sinar matahari.  Jika kaos polos terasa sangat panas maka kemungkinan besar terbuat dari TC Soft karena tidak terbuat dari 100% serat kapas alami, berbeda dengan jenis kaos polos Cotton yang tetap adem saat dikenakan meski cuaca sedang panas.

http://kaospolosandalas.com

Kategori Warna Kaos Polos Untuk Pembuatan Kaos Sablon

kategori-warna-kaos-polos

Selain jenis bahan kaos polos, salah satu hal penting yang perlu diperhatikan dalam berbelanja kaos polos yang akan dipakai atau diproses sablon adalah pemilihan warna.  Pada dasarnya ada banyak pilihan warna menarik yang bisa dijadikan referensi saat melakukan pemesanan untuk membuat kaos sablon dengan menggunakan kaos polos, Pemesan bisa memilih sesuai dengan seleranya masing-masing.  Setidaknya ada 5 kategori warna dalam pemilihan kaos polos, dimana masing-masing kategori memiliki variasi pilihan warna yang berbeda.

Berikut ini adalah 5 kategori warna kaos polos yang bisa dipilih sebelum melakukan pemesanan:

Warna putih

Kategori warna ini hanya memiliki satu karekteristik saja, yaitu putih.

Warna hitam

Kategori warna hitam pada kain bahan kaos dibedakan ke dalam warna Hitam Reaktif dan Hitam Sulfur.

Warna Muda

Kategori warna muda pada kain bahan kaos meliputi warna Tosca Muda, Abu Muda, Biru Muda, Ungu Muda, Pink, dan Salem.

Warna sedang

Pada kategori warna sedang, warna kain bahan kaos meliputi Kuning Kenari, Kuning Emas, Orange, Hijau Full, dan Hijau Pucuk.

Warna tua 

Untuk kategori jenis warna tua, maka pilihan warnanya meliputi Maroon, Merah Cabe, Coklat tua, Hijau TNI, Navy, Biru Benhur, Turqis Tua, Abu Tua, Ungu Tua, dan Merah Fanta.

Pemilihan warna kaos polos pembuatan kaos sablon baik sablon kaos manual maupun sablon kaos DTG sangat penting karena hasil akhir design sangat ditentukan oleh warna dasar kaos. Pastikan design yang akan disablon kontras dengan kaos polos sebagai warna dasar, dengan demikian kaos yang dikenakan bisa menambah rasa percaya diri.  Jika seseorang mengenakan kaos dengan warna yang tidak disukai yang justru bisa menurunkan rasa percaya diri karena merasa tidak nyaman dengan warna tersebut.

Selain pemilihan warna sesuai dengan kategori warna kaos polos, hal lain yang tidak kalah penting untuk dipertimbangkan saat melakukan pemesanan kaos polos untuk pembuatan kaos distro adalah pemilihan jenis bahan kaos polos.  Jenis bahan kaos akan sangat berpengaruh pada hasil  sablon dan tentu saja harga.  Adapun jenis bahan kaos polos yang paling direkomendasikan dalam pembuatan sablon kaos adalah Cotton Combed, karena jenis kain ini memiliki karakteristik menyerap tinta sablon dengan baik.  Kualitas jenis kain katun ini tidak lepas dari bahannya yang terbuat dari 100% serat kapas alami, sehingga tidak panas dan nyaman saat dikenakan.

Selain warna dan jenis kain bahan yang akan digunakan untuk pembuatan kaos, dalam bisnis kaos distro penting juga untuk mempertimbangkan sablon yang akan diaplikasikan pada kaos.  Salah satu jenis sablon yang sering direkomendasikan untuk jenis kain katun adalah sablon DTG, karena hasilnya relatif halus, awet dan tahan lama walaupun tetap saja semua tidak terlepas dari kualitas tinta yang akan digunakan untuk keperluan sablon.  Tentunya pemilihan sablon maupun design gambarnya juga harus disesuaikan dengan kategori warna kain bahan kaos yang dipilih sebelumnya, agar hasil sablon dengan warna dasar kain menghasilkan perpaduan warna yang menarik.

Sebagai contoh, untuk jenis tinta Extender biasanya akan memberikan hasil yang bagus jika diaplikasikan pada kain katun dengan warna terang atau kategori warna muda, demikian juga dengan jenis Glow in the Dark yang akan memberikan hasil terbaik jika dicetak pada kain dengan warna dasar putih.

http://kaospolosandalas.com

Apa Itu Kaos Polos Built Up atau Kaos Polos Body Size

kaos-polos-body-fit

Seiring dengan perkembangan kaos distro yang menjamur saat ini, berbagai jenis kaos polos dengan aneka ukuran semakin banyak alternatif pilihannya.  Para produsen kaos distro bisa memiliki banyak pilihan ketika membeli atau memesan kaos polos untuk disablon.  Besar kecilnya ukuran kaos polos tentu akan sangat berpengaruh pada kenyamanan saat dikenakan, walaupun masing-masing individu mungkin memiliki standar ukuran favorit tersendiri yang paling nyaman saat memilih sebuah kaos.

Dalam produksi kaos distro ada beberapa standar ukuran kaos polos yang bisa dipilih tergantung dari selera dan mode yang diinginkan oleh costumer.  Setidaknya ada dua parameter yang bisa digunakan untuk mengetahui ukuran kaos, yaitu lebar kaos dan panjang kaos.  Dengan model standar round neck maupun v-neck.  Meski demikian, standar dan kriteria ukuran kaos S, M, L, XL, dan XXL dalam pembuatan kaos distro masing-masing merek tidak sama.

Salah satu ukuran kaos yang juga diminati saat ini adalah kaos polos built up atau biasa disebut kaos polos body Size. Kaos polos built up atau body size adalah kaos polos yang dibuat dari bahan kaos yang turbular (melingkar seperti sarung), sehingga hasil akhir kaos polos built up adalah sebuah kaos polos tanpa jahitan samping.  Lebar kaos polos body size menyesuaikan dengan lebar bahan kaos itu sendiri. Banyak kaos polos impor menggunakan model ini karena dalam prosesnya, menggunakan bahan kaos yg turbular lebh menghemat biaya dan proses produksi menjadi lebih efisien.

Bahan kaos polos built up tidak bisa dibeli di sembarang tempat. Kebanyakan perusahaan garment atau konveksi harus memesan ke pabrik kain dengan minimal order yang cukup besar. Namun demikian, ukuran bahan yang nantinya menjadi lebar badan kaos bisa dibuat sesuai permintaan pemesan. Biasanya ukuran dalam satuan inchi. Ukuran diameter bahan kaos turbular yang pada umumnya beredar di pasaran adalah mulai dari 30 inch sampai 40 inch. Semua ini bertujuan untuk efisiensi proses produksi kaos.

Tidak adanya jahitan pada kedua sisi kaos memberikan kesan rapi dan bisa digunakan sesuai ukuran badan sehingga pas dan enak dilihat.  Namun demikian ukuran standar untuk body size masing-masing individu bisa saja berbeda karena ukuran badan yang tidak sama.  Ukuran kaos bisa meliputi lebar badan, yaitu setengah lingkar badan atau diukur dari bawah lingkar lengan secara horisontal dan panjang badan yang diukur dari titik bahu teratas sampai ke ujung tepi bawah kaos secara vertikal.

Jenis kaos polos body size atau built up  ini dianggap memiliki kualitas yang bagus sehingga sering digunakan untuk pembuatan kaos distro.  Selain memiliki karakteristik yang lembut karena terbuat dari 100% katun (Cotton Combed), jenis kaos body size ataupun built up memberikan kesan trendy karena tanpa jahitan di kedua sisinya. Dari segi sablon, faktor ini mempermudahjika ingin membuat sablon kaos dengan design yang menyambung dari depan sampai belakang kaos. Selain itu, tidak semua konveksi mampu memproduksi jenis bahan kaos body size sehingga semakin menambah kesan ekslusif pada kaos ini.

Untuk standar kaos polos distro, biasanya pada beberapa jenis kaos polos body size diaplikasikan jahitan rantai pada bagian sambungan pundak dan leher sehingga jahitan relatif lebih kuat dan tahan lama.

http://kaospolosandalas.com

Mengenal Gramasi Untuk Tiap Jenis Kaos Polos

gramasi-kaos-polos

Penggunaan bahan kaos Cotton Combed sebagai bahan kaos polos banyak dipilih oleh produsen kaos polos karena memiliki kualitas yang bagus, dimana jenis kain ini terbuat dari 100% serat kapas alami dengan proses pemintalan khusus sehingga hasil kainnya sangat halus dan berkualitas.  Selain itu, jenis bahan kaos polos ini juga memiliki tekstur yang kuat dan nyaman saat digunakan karena sifatnya tidak panas dan menyerap keringat.  Tidak mengherankan jika harga kaos polos Cotton Combed relatif lebih mahal karena kualitasnya tersebut.  Pada kaos Cotton Combed polos, biasanya akan ditemukan label 20s, 24s, 30s, dan 40s yang masing-masing memiliki perbedaan gramasi.

Mungkin masih ada sebagian pembeli kaos yang belum memahami arti dari istilah yang ada pada kaso Cotton Combed tersebut.  Pada dasarnya paduan angka dalam bahan tersebut menunjukkan ukuran ketebalan bahan atau satuan ukuran berat kain dalam gram/meter persegi yang dikenal juga dengan istilah gramasi.  Dimana semakin kecil angka yang tertera menunjukkan bahwa bahan kain semakin tebal.  Angka yang tertera seperti 20, 24, 30, dan 40 menunjukkan tipe benang yang digunakan saat proses perajutan hingga menjadi bahan kain.  Sedangkan huruf S berarti “Single Knit” yang artinya bahan kaos hanya dirajut dari satu sisi saja (tidak bisa dipakai bolak-balik).

Tidak ada standar pasti yang berlaku untuk masing-masing produsen kain katun dalam menghasilkan jenis kain Cotton Combed.  Sehingga ukuran 20s dari satu produsen bisa saja memiliki ketebalan yang berbeda dengan ukuran 20s dari produsen lainnya. Pada umumnya, untuk keperluan kaos distro vendor menggunakan jenis bahan Cotton Combed 20s dan 30s karena lebih tebal.

Berdasarkan tipe benang tersebut, jenis bahan kao katun combed bisa dibedakan menjadi beberapa kategori berikut ini:

Combed 40s

Istilah Combed 40s menunjukkan bahwa untuk menghasilkan bahan kain dengan gramasi antara 110-120 gram/meter persegi menggunakan benang 40 dan jenis rajutan jarum tunggal (single knit)yang ditunjukkan dengan huruf ‘s’ di belakang angka 40.  Sedangkan untuk jarum ganda (double knit) bisa menghasilkan bahan kain dengan gramasi antara 180-200 gram/meter persegi.

Combed 30s

Pada Combed 30s, digunakan benang 30 untuk menghasilkan bahan kain yang memiliki gramasi antara 140-155 gram/meter persegi dengan jenis rajutan jarum tunggal.  Sedangkan untuk jarum ganda (double knit) bahan kain yang dihasilkan bisa mencapai gramasi 210-230 gram/meter persegi.

Combed 24s

Benang 24 digunakan untuk menghasilkan bahan kain dengan gramasi 170-210 gram/meter persegi, dengan jenis rajutan jarum tunggal (single knit) sesuai dengan huruf ‘s’ yang ada di belakang angka 24.

Combed 20s

Untuk Combed 20s, benang 20 digunakan untuk menghasilkan bahan kain yang memiliki gramasi antara 180-220 gram/meter persegi dengan jenis rajutan jarum tunggal.

Jenis rajutan tunggal (single knit) pada kaos polos tersebut memiliki karakteristik yang padat, rapat, dan cenderung kurang lentur.  Jenis rajutan inilah yang biasanya banyak beredar di pasaran karena memiliki kelebihan tersebut.  Sedangkan pada jenis rajutan double knit, bahan kain yang dihasilkan bisa digunakan bolak balik karena kedua sisinya sama, dengan karakteristik yang kenyal, tidak rapat dan cenderung lentur.  Biasanya ditandai dengan huruf ‘D’ pada belakang angka, dan jenis bahan ini banyak digunakan untuk pembuatan kaos polos bayi karena karakteristiknya yang lentur dan nyaman.

Sumber: http://kaospolosandalas.com

Perbandingan Kaos Polos Cotton Combed dan Kaos Polos Cotton Carded, Mana yang lebih Baik?

beda-combed-vs-carded

Pemilihan bahan dalam pembuatan kaos polos memiliki peran yang sangat penting karena berkaitan erat dengan tingkat kenyamanan kaos polos tersebut saat digunakan.  Mengetahui jenis bahan kaos polos mutlak diperlukan jika ingin mendapatkan kaos polos yang berkualitas.  Biasanya kaos polos yang berkualitas menggunakan bahan katun seperti Cotton Combed atau Cotton Carded karena memiliki banyak kelebihan.  Kedua istilah bahan tersebut mungkin sudah sering kita dengar meskipun belum begitu memahami perbedaan diantara keduanya.  Perbandingan berikut ini akan menjelaskan karakteristik masing-masing bahan untuk mengetahui jenis bahan yang paling baik dalam pembuatan kaos.

Bahan katun sendiri terbuat dari serat kapas alami yang diproses hingga menjadi benang dan kain.  Berdasarakan proses pembuatannya jenis bahan katun dibedakan menjadi Cotton Combed dan Cotton Carded.

Cotton Combed

Istilah Cotton Combed berasal dari nama mesin pembuatnya yang dikenal dengan mesin Combing, dimana dalam proses pemintalannnya benang yang terbuat dari kapas akan melalui proses combed atau disisir dengan mesin combing.  Melalui proses ini, serat kapas yang dihasilkan lebih panjang dan sisa serat kapas yang lebih pendek akan dihilangkan sehingga benang yang dihasilkan lebih kuat dan halus karena jarang ada sambungan serat kapas dalam benangnya.

Karakteristik Cotton Combed:

  • Terbuat dari 100% katun
  • Tersedia dalam keteblan 20s, 23s, dan 30s yang menunjukkan tipe rajutan jarum tunggal yang rapat dan padat
  • Memiliki kualitas yang sangat baik
  • Harga relatif lebih mahal
  • Nyaman saat digunakan karena tidak panas dan lembut
  • Memiliki serat dan tekstur yang lebih halus daripada Cotton Carded
  • Tekstur kain tidak berbulu, lebih kuat dan tidak mudah sobek
  • Memiliki daya serap keringat yang baik sehingga sangat cocok dikenakan di daerah tropis
  • Tingkat kerataan benang sangat baik karena jarang ada sambungan serat kapas
  • Tidak mudah menyusut saat dicuci
  • Biasanya digunakan untuk pembuatan kaos distro karena kualitasnya bagus dan mudah disablon
  • Kualitas bahan lebih tinggi jika dibandingkan Cotton Carded.

Cotton Carded

Jika Cotton Combed melalui proses combed dengan mesin Combing, maka proses pembuatan Cotton Carded tidak melalui proses tersebut.  Dimana pemintalan benang hanya menggunakan mesin Carding dan proses pemilahan kapas dilakukan dengan cara carding atau menggaruk sehingga masih tedapat sisa serat kapas yang pendek.  Bahan kain yang dihasilkan tidak sehalus Cotton Combed, cenderung kurang rapi dan berbulu karena masih mengandung serat kapas yang pendek.

 

Karakteristik Cotton Carded:

  • Terbuat dari 100% katun
  • Tersedia dalam ketebalan 20s, 23s, 30s dimana jenis rajutan single atau jarum tunggal sehingga lebih rapat, padat dan kurang lentur
  • Memiliki kualitas yang baik
  • Harga cenderung sedang atau dibawah Cotton Combed
  • Nyaman saat digunakan karena tidak panas dan daya serap keringat baik
  • Memiliki tingkat kerataan benang yang kurang baik
  • Cenderung menyusut saat dicuci
  • Biasanya digunakan untuk kaos promosi atau marchandise
  • Cenderung berbulu karena masih ada sisa benang pendek
  • Kualitas bahan lebih rendah jika dibandingkan Cotton Combed

Pada dasarnya Cotton Combed maupun Cotton Carded bisa dijadikan bahan kaos polos yang nyaman untuk dikenakan, meski demikian kualitas dan harga kaos polos juga sangat tergantung pada kualitas jahitan, kualitas sablon maupun kerapiannya.  Sehingga konsumen bisa memilih kaos polos dengan bahan katun yang diinginkan sesuai dengan selera dan budget yang dimiliki.

Sumber: http://kaospolosandalas.com

Memulai Bisnis Sablon Kaos Sendiri

Bisnis sablon kaos memang memiliki peluang yang baik. Masih banyak orang yang menjadikan T-shirt sebagai cendera mata atau pakaian kasual yang memang cocok untuk iklim negara kita. Mari kita belajar dari pebisnis yang berhasil dalam bidang ini. Sebut saja Dagadu dari Yogya,Joger dari Bali dan C-59 dari Bandung. Salah satu keberhasilan mereka adalah karena mereka memiliki desain yang orisinil dan khas!

Kunci sukses dalam bisnis sablon kaos ini adalah desain. Nah, ciptakan desain-desain yang baik dan unik agar menempati posisi yang baik di mata konsumen. Ini penting jika Anda memang ingin membangun brand atau merek sendiri.

Tentu amat berbeda jika untuk ’sekadar’ membuat sablon kaos biasa. Desain menjadi tidak penting karena desain dapat diambil dari mana saja. Contohnya, nama klub dan logo sepak bola dari Liga Italia, Liga Inggris, atau Liga Indonesia, merek-merek terkenal, atau sablon kaos untuk kepentingan instansi atau sekolah.

Desain kaos yang ‘biasa’ ini memang banyak diperjualbelikan di pasar atau toko mana saja karena sifatnya yang umum. Risikonya ya harus bertarung dengan yang lain, apalagi harga kaos seperti ini bisa dibawah 20 ribu rupiah. Anda harus membuatnya dalam jumlah banyak agar skala ekonomis terpenuhi.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah mutu, baik mutu kaos maupun mutu pengerjaan sablonnya. Desain yang bagus kalau dikerjakan dengan ceroboh tentu akan merusak hasil yang diharapkan. Pengetahuan cara menyablon memang harus dikuasai.untuk mempersingkat learning curve (kurva pengetahuan) dan bisnis Anda, Anda dapat melakukannya dengan menerima tukang sablon yang berpengalaman bekerja pada bisnis Anda. Dengan cara seperti ini, bisnis Anda dapat cepat terwujud.setelah desain ada,produknya jadi, tentu pasarnya yang kita tuju.

 Bagaimana strateginya?

Secara ringkas, untuk produk sablon yang ‘biasa’ tentu Anda harus memiliki distributor yang banyak di setiap pasar, toko bahkan kaki lima untuk memasarkannya. Juga hubungan yang baik dengan instansi atau sekolah yang memerlukan seragam olahraga atau acara dengan memberikan proposal dan harga yang rasional.

Untuk desain kaos dengan merek sendiri, tentu lebih khusus lagi. Memiliki toko sendiri atau gerai tersendiri di department store tertentu atau butik-butik tertentu akan mendongkrak citra produk Anda. Harga kaos Anda pun dapat sedikit di atas rata-rata. Penempatan lokasi jual produk juga harus Anda perhatikan. Dekatkan dengan konsumen yang hendak Anda tuju.

Berapa sih budget yang harus di keluarkan untuk membuka bisnis sablon kaos manual?

Ini adalah sebuah pertanyaan yang sering ditanyakan oleh banyak orang. Dalam menyablon kaos, memang banyak rangkaian proses yang harus dilakukan. Rangkaian proses sablon kaos itu di mulai dari:

Yang pertama adalah membuat film sablon, Apabila anda membuatnya sendiri maka harus  ada komputer dan printer. Kalau tidak punya anda bisa order ditempat lain atau tempat setting film sablon yang lain. biaya yang harus dikeluarkan  buat beli komputer dan printer? Contoh saja anda beli 1 set komputer seharga Rp. 3.000.000,- dan printer yang  memakai  ukuran A3 Rp. 4.000.000,- . jadi totalnya Rp. 7.000.000,-  tentu saja anda harus punya skill yang cukup untuk membuat film sablon. Bagaimana dengan menyerahkan pekerjaan ini ke professional? Biasanya harga setting film sablon sekitar rp 25,- sampai Rp 100,- per cm tergantung tingkat kesulitan.

Selanjutnya adalah proses afdruk screen, kebanyakan desain biasanya memiliki  4 – 5  warna pada satu sablon. Dengan demikian, anda harus memiliki 4 – 6 screen untuk membuatnya. Untuk harga satu screen untuk sablon kaos dengan ukuran 40X50 harganya sekitar 40.000 rupiah.  Jadi kurang lebih anda harus menyiapkan dana kurang lebih 200.000 rupiah. Kemudian anda juga harus membeli obat afdruk. Harga 1 kg obat ini sekitar 45.000 rupiah dan bisa digunakan lebih dari 30 screen. Apabila anda mau afdruk menggunakan lampu, maka anda butuh yang namanya meja afdruk. Meja afdruk dapat anda buat sendiri, untuk biaya sekitar 300.000 rupiah dengan ukuran A3 dan menggunkan 3 lampu. Dengan begitu anda sudah bisa untuk melakukan afdruk screen. Tentu saja baik screen atau meja afdruk bisa dipakai berulang kali untuk proyek sablon berikutnya.

Kemudian setelah afdrukan anda selesai, selanjutnya anda harus melakukan penyemprotan pada area gambar dengan menggunakan alat semprot yang biasa dipakai untuk menyemproti burung atau biasanya juga dipakai oleh banyak tukang rambut  dan semprotan ini harganya sekitar Rp. 22.500,- yang kualitas bagus.

Apabila proses pembentukan gambar selesai maka screen dapat dikeringkan dan kemudian proses sablon kaos bisa dimulai, selanjutnya anda akan membutuhkan alat penepat proses sablon kaos, papan kaos, lem yang digunakan untuk menempel kaos, pewarna rakel, tinta sablon, pewarna, rakel dan juga alat bantu pengeringan, anda bisa pakai hairdryer. untuk rincian harganya sebagai berikut: Untuk triplek dengan 25 papan kaos harganya Rp. 225.000,- ,harga lem untuk menempel kaos sekitar Rp. 40.000,- untuk harga rakel ukuran 35 cm sekitar Rp. 70.000,- tinta sablon harganya sekitar Rp. 68.000 yang kualitas lumayan. Pewarna dengan  5 macam harga sekitar Rp. 50.000,- ,dan harga hairdryer biasa sekitar Rp. 100.000,- untuk peralatan yang lain  seperti isolasi dan tempat aduk2 tinta , tidak usah anda hitung dulu.

Apabila anda menginginkan hasil yang dan kuat , maka tentunya anda membutuhkan mesin press kaos, tapi harga alat ini cukup mahal sekitar Rp. 3.000.000,- , apabila kemahalan anda bisa pakai setrika kok!!.

Beberapa peralatan sablon yang terus harus tersedia tentunya ada cairan emulsi screen, pembersih screen, pasta-pasta, dan lain-lain sesuai dengan kebutuhan design. Total biaya investasi sekitar 10-15 juta rupiah.

Investasi diatas tergolong tidak mahal jika dibandingkan dengan biaya modal sablon digital atau DTG. Namun, itu semua adalah peralatan. Lebih penting untuk diperhatikan adalah skill sablon dan kreativitas yang bisa membuat semua investasi terseut menjadi keuntungan. Jadi, siapkan kaos polos dan angkat rakelmu kawan!!

Sumber: http://kaospolosandalas.co.id

Sejarah Sablon Kaos

Sejarah sablon atau cetak gambar pada kain sudah dimulai sejak seabad lampau di daratan Cina. Sejarah sablon dimulai pada era Dinasti Song (960-1279 M) dimana mulai dikembangkan teknik sablon atau mencetak gambar diatas kain. Awalnya teknik ini digunakan untuk menghiasi kain sutra yang bermotif polos. Metode percetakan pada kain dengan peralatan sederhana ini kemudian diadopsi oleh Jepang dan negara Asia lainnya dan bekembang untuk disatukan dengan metode percetakan lainnya yang sebelumnya sudah ada.

sejarah-sablon-1

Di Eropa Barat sablon diperkenalkan pada tahun 1700-an setelah tersebar dikawasan Asia, tetapi disana tidak terlalu berkembang dengan baik. Samuel Simon adalah orang pertama yang menerapkan teknik sablon di negara Inggris pada tahun 1907. Pada awalnya teknik sablon ini digunakan untuk mencetak wallpaper, pencetakan linen, sutra atau bahan-bahan tekstil lainnya yang memmiliki kualitas ya

Selain sebagai alat cetak komersial, print kaos juga merupakan sebuah seni. Perkumpulan Serigrafi Nasional (National Serigraphic Society) merupakan sebuah organisasi yang didirikan oleh sekumpulan seniman sablon. Pada saat tahun 1930, mereka memperkenalkan dengan nama Serigrafi. Perkumpulan ini didirikan dengan tujuan untuk membedakan antara para seniman yang berkarya di bidang seni dengan menggunakan penyablonan, dengan mereka yang bergerak di bidang sablon industri komersial. Serigrafi sendiri berasal dari bahasa Latin, yaitu “Seri” (sutra), dan bahasa Yunani “graphein” (menulis atau menggambar).

Dalam dunia teknologi industri, teknik penyablonan ini adopsi oleh seniman sebagai jalan keluar untuk menekan biaya pencetakan yang cukup tinggi. Teknik ini merupakan jalan keluar yang sangat efektif dan terjangkau untuk melakukan proses pencetakan gambar dan hasil karya seni dalam jumlah besar dan dilakukan berulang kali.

Andy Warhol merupakan salah satu artis yang memberikan kontribusi yang signifikan terhadap penerapan metode penyablonan dengan istilah yang dikenal sebagai pencetakan layar, terutama di Amerika Serikat. Pada tahun 1962, Andy Warhol terkenal dengan karyanya yaitu pencetakan wajah Marilyn Monroe yang akan dicetak dengan warna – warna cerah.

andy-warhol-

andy-warhol-marilyn-2
Lalu pada tahun 1960, mesin pencetakan dikembangkan lagi oleh pengusaha, artis, dan investor yaitu Michael Vasilantone. Mesin cetak tersebut berfungsi untuk berbagai macam warna dan paten. Awalnya untuk mencetak logo dan emblem pengidentifikasi untuk pakaian-pakaian di club bowling. Tetapi pada akhirnya mesin tersebut diluncurkan sebagai solusi baru untuk mencetak sablon kaos . Sekarang, kegiatan pencetakan Sablon kaos telah menyebar luas, lebih dari 50% di Amerika Serikat dan di seluruh dunia menerapkan teknik sablon kaos dengan mesin ini.

Dalam dunia modern teknik penyablonan modern digunakan untuk keperluan komersial, dan sering digunakan untuk mencetak gambar pada sablon kaos, topi, CD, DVD, keramik, kaca, polyethylene, polypropile, kertas, logam dan kayu. Dari segi fashion, sablon berkembang mulai dari pencetakan pada kain atau bahan pakaian, sampai dengan pakaian jadi seperti kaos. Perkembangan inilah yang menjadi dunia sablon kaos sampai sekarang.

Sablon kaos sendiri dimulai dari teknologi yang paling dasar yaitu dengan teknik sablon kaos manual dengan menggunakan pasta atau tinta sablon, screen, dan rakel. Dalam teknik sablon manual sendiri, kreatifitas jenis sablon terus berkembang mulai dari sablon rubber standar, plastisol, glitter, foil, dan masih banyak lagi.

tukang-sablon

Seiring dengan perkembangan teknologi terjadi pergeseran jenis sablon kaos dari manual ke digital. Teknologi sablon kaos digital awalnya menggunakan gambar yang dicetak diatas ketras transfer atau transfer paper lalu dipindahkan ke kaos. Setelah itu teknologi berkembang lagi sampai sekarang dunia sablon kaos digital didominasi oleh teknik sablon kaos DTG (Direct To Garment dimana gambar bisa dicetak langsung ke kaos dengan menggunakan printer.

Pada era sekarang sablon kaos mulai berkembang lagi terutama pada industri percetakan t-shirt. Produksi alternatif sablon tidak terbatas pada pencetakan sablon secara manual dengan berbagai variasi yang berbeda seperti high-density, glossy, flocking, atau glow in dark dan lain-lain, tetapi juga termasuk dalam dunia digital.Bentuk pengembangan dari proses teknik sablon kaos terdahulu dapat dilihat dari sablon manual, teknologi cetak digital dan printer langsung ke garmen (DTG).

Teknik sablon kaos ini terus berkembang dari hari ke hari, jaman ke jaman. Semakin banyak variasi yang diproduksi oleh perseorangan ataupun oleh pabrik, sehingga sangat dimungkinkan untuk menemukan teknik sablon kaos yang baru.

Sumber: http://kaospolosandalas.com

Sejarah Kaos Oblong Polos di Dunia dan di Indonesia

Kaos oblong atau kaos polos yang biasa disebut dengan T-Shirt pada awalnya dikenakan oleh tentara Inggris pada zaman dulu. Kaos oblong biasanya hanya memiliki satu model saja yang hanya menutupi seluruh dada, sebagian lengan dan menutupi perut. Umumnya kaos oblong tidak memiliki saku atau kancing seperti baju kemeja di zaman sekarang. Sejarah kaos oblong itu sendiri pada awalnya dikenakan para pasukan militer Inggris dan Amerika pada abad 19 sampai awal abad 20. Awal mula kenapa baju tersebut diberi nama T-Shirt karena orang beranggapan baju tersebut membentuk huruf “ T “ sehingga di beri nama T-Shirt.

Bahan yang umum digunakan untuk membuat baju oblong umumnya terbuat dari bahan polyester dan katun ataupun gabungan dari bahan keduanya. Selain digunakan oleh tentara, pada zaman dulu kaos oblong digunakan sebagai kaos dalam yang biasanya dikenakan oleh kalangan pria atau wanita bahkan anak – anak ataupun juga orang tua. Kaos oblong sangat banyak diminati oleh semua kalangan karena bahan yang mudah menyerap keringat, dan sangat cocok dikenakan ketika udara sedang panas. Bahannya yang sangat nyaman membuat banyak kalangan memilih kaos oblong untuk dikenakan sehari – hari.

Sebelum menjadi fenomena fashion seperti sekarang, kaos oblong atau kaos polos mulai dikenal di seluruh dunia lewat John Wayne, Marlon Brando dan James Dean yang memakai pakaian dalam tersebut untuk pakaian luar dalam film-film mereka. Dalam A Streetcar Named Desire (1951) Marlon Brando membuat gadis-gadis histeris dengan kaos oblongnya yang sobek dan membiarkan bahunya terbuka. Tenesse William di Broadway adalah orang pertama yang menciptakan kaos oblong dengan memiliki warna yaitu abu – abu karena pada umumnya kaos oblong yang biasa dikenakan yaitu berwarna putih polos tanpa warna ataupun model. Baju oblong dengan model warna abu – abu ini pertama diperkenalkan oleh James Dean dalam film Rebel Without A Cause pada tahun 1955 yang langsung menjadi trend fenomena fashion dunia. Beberapa kalangan beranggapan bahwa kaos oblong dinilai tidak sopan dan tidak beretika. Namun gejolak ini hanya keluar dari beberapa masyarakat saja justru dengan adanya kaos oblong dengan berbagai warna menjadi trend dunia karena mereka beranggapan kaos oblong sebagai lambang kebebasan pada anak muda.

james-dean

Melihat adanya demam kaos oblong mulailah perusahaan – perusahaan konveksi dan pemilih fashion ternama mulai memproduksi kaos oblong. Idenya yaitu untuk memproduksi kaos oblong dengan berbagai macam pilihan warna dan berbagai model dari kaos oblong itu sendiri sehingga pada masa itu, kaos oblong dijadikan sebagai pakaian sehari – hari dan banyak di kenakan oleh kalangan masyarakat. Berbagai merek mulai dari merek fashion casual seperti Polo, Lacoste, sampai ke segmen sport clothing seperi NIKE dan ADIDAS semua memproduksi kaos oblong sampai sekarang.

Sejarah Kaos Oblong Di Indonesia

Masuknya kaos oblong di Indonesia pertama kali dibawakan oleh orang – orang Belanda. Namun pada saat itu hanya kalangan atas saja yang bisa mengenakan kaos oblong ini karena pemerintahan pada zaman dulu masih belum cukup maju dan pada masa itu belum ada perusahaan yang mampu untuk memproduksi kaos oblong sehingga kaos oblong tergolong dalam barang mahal. Namun tidak selang beberapa lama sekitar tahun 1970 mulailah kaos oblong di kenakan oleh orang Indonesia tetapi belum memiliki model seperti yang dikenakan orang Belanda. Kaos oblong pertama yang diproduksi oleh orang Indonesia masih berwarna putih dan memiliki bahan halus yang tipis dan baju oblong ini hanya bisa dikenakan oleh kalangan pria saja. Pada masa itu kaos oblong yang cukup terkenal di tahun 70 an yaitu merk cabe rawit, swan, 77, kembang manggis dan masih banyak yang lainnya. Pengaruh budaya rock n roll di Barat, seperti The Rolling Stones, The Beatles, serta film-film James Dean, dan budaya Hollywood juga mempengaruhi populernya kaos oblong di Indonesia. Banyak band rock Indonesia di tahun 70 an mengenakan kaos oblong untuk pentas dan panggung.

koes-plus

Sekitar tahun 1980 kaos oblong ini mulai di kuasai oleh industri garment dan konveksi Indonesia. Ini bisa dibuktikan dengan mulai adanya merk – merk terkenal seperti JOGER di Bali, DAGADU di Yogyakarta dan C59 di Bandung untuk segi kualitaspun sudah cukup memadai mulai dari bahan yang bagus dan berkualitas dan model – model yang sangat beragam mulai dari motif yang cukup kreatif dari tiap modelnya.

Mulai tahun 1990 – an adalah tahun di mana dunia kaos mulai sangat berkembang pesat di Indonesia dapat dibuktikan dengan munculnya perusahaan – perusahaan berskala besar yang sangat antusias untuk menciptakan kaos oblong dengan kualitas baik berikut dengan model – model yang sedang mendunia. Merek merek terkenal tahun 90 an dikuasai oleh garment-garment besar yang memproduksi merek HAMMER, POSHBOY, OSELLA, dan lain-lain yang dijual terutama melalui department store dan mall yang mulai marak pada masa itu.

Di tahun 2000 an industri kaos Indonesia bergeser dari pertokoan di mall ke industri kreatif yang kecil dan unik. Banyak dari kalangan anak muda yang menciptakan karya kaos oblong sendiri dan design sendiri dan menproduksi sendiri. Fenomena itu terus berlanjut sampai kini. Terbukti dengan adanya distro – distro di setiap sudut kota yang dipenuhi dengan anak muda. Untuk arti dari kata Distro tersendiri yaitu “ Distribution Outlet “ yang memiliki arti toko yang mendistribusikan atau menjual barang – barang unik hasil karya sendiri termasuk kaos oblong.

Tahun 2010 sampai sekarang, fenomena distro semakin berkembang lagi seiring dengan perkembangan internet dan media social. Berjamurnya distro online shop membuat konsumen semakin dimanja dan memiliki banyak pilihan. Adapun, kaos polos yang merupakan bentuk dasar dari perkembangan kaos dari awalnya, masih tetap digunakan sampai sekarang, baik untuk pakaian sehari-hari maupun sebagai media atau kanvas tempat anak muda menumpahkan kreativitas.

Sumber: http://kaospolosandalas.com

Memilih Kaos Polos Yang Paling Sesuai Untuk Sablon Kaos

Kalau anda bergerak di bisnis kaos, sablon kaos, mempunyai usaha sablon kaos, atau sekedar hobby membuat sablon kaos, maka anda memerlukan kaos polos sebagai media sablon anda. Tidak semua kaos polos cocok untuk dipakai sebagai kaos sablon. Masing-masing jenis bahan kaos polos memiliki karakteristiknya sendiri. Demikian pula masing-masing jenis sablon memiliki kesulitan sendiri. Jadi, untuk menentukan jenis sablon dan kaos yang sesuai perlu pertimbangan dan pengalaman yang cukup.

Kaos polos yang paling umum untuk dipakai sablon kaos adalah kaos polos dengan bahan katun combed, kaos polos katun carded, atau kaos polos TC. Ketiga jenis bahan kaos polos ini memiliki bahan dasar yang sama yaitu benang katun atau kapas katun. Bahan kapas katun ini membuat kaos polos bisa menyerap keringat sehingga nyaman untuk dipakai tiap hari. Perbedaan antara kaospolos katun combed dengan katun carded terletak pada bagian finishing akhirnya. Jika diraba, kaos polos katun combed sedikit lebih halus daripada kaos polos katun carded. hal ini disebabkan karena kaos polos katun combed pada proses finishingnya melalui proses penyisiran atau penghilangan bulu-bulu pada permukaan kaos. Sementara itu jenis bahan kaos polos katun carded tidak melalui proses penghalusan ini. Untuk kaos polos TC sedikit berbeda. TC adalah singkatan dari Teteron Cotton. Sesuai dengan namanya, jenis kaos polos ini bukan terbuat dari bahan 100% katun tetapi dicampur dengan bahan kaos polos lain yaitu teteron. Teteron adalah jenis bahan sintetis dari plastik yang diolah menjadi bahan kaos. Dari segi harga, yang tertinggi adalah kaos polos bahan katun carded, diikuti dengan kaos polos katun carded, lalu yang terakhir kaos polos TC.

Kaos polos dengan bahan dasar katun paling cocok untuk dipakai sebagai kaos sablon. Jenis sablon kaos manual dengan berbagai tinta dan variasinya mulai dari sablon kaos rubber, sablon kaos glitter, sablon kaos puff atau timbul, sablon kaos glow in the dark, semuanya bisa di aplikasikan di jenis bahan kaos polos katun. Sablon kaos plastisol juga bisa diterapkan di bahan kaos polos katun dengan baik. Kaos polos bahan katun juga sangat cocok untuk sablon kaos digital atau DTG (Direct to Garment) . Jika anda menggunakan sablon digital dengan transfer paper, tidak perlu khawatir kalau transfer paper akan mengelupas setelah di sablon, karena hasil cetak transfer juga bisa menempel pada kaos polos bahan katun. Untuk cetak kaos DTG menggunakan kaos polos bahan katun, jika menginginkan hasil sablon yang lebih baik sebaiknya disemprot dengan caran treatment untuk mematikan bulu pada kaos polos. Tinta treatment ini khususnya dipakai jika cetak DTG akan diterapkan pada kaos polos berwarna selain warna putih.

kaos-polos-combed-20s-3

Untuk sablon kaos dengan transfer paper atau dengan stiker polyflex, kaos polos bahan jersey adalah yang paling sesuai. Permukaan bahan kaos polos jersey yang sedikit elastis sangat cocok untuk jenis sablon digital ini. Untuk penyediaan kaos polos http://kaospolosandalas.com menyediakan berbagai jenis kaos polos untuk keperluan sablon. Mulai dari kaos polos bahan katun combed, kaos polos bahan katun carded, kaos polos TC, semuanya ada dalam berbagai model, ukuran dan warna. Jadi buat praktisi sablon kaos, tukang sablon kaos, pengusaha sablon kaos, pastikan memilih kaos polos yang tepat dan berkualitas di Kaos Polos Andalas.

Apa Beda Kaos Polos Distro Dan Kaos Polos Biasa ?

kaos-polos-distro-24s

Distro atau “distribution outlet” adalah toko fashion yang menjual merek-merek unik dan design-design keren yang tidak dijual secara pasaran. Fenomena distro ini marak dari tahun 2000 an sampai sekarang. Pusat-pusat distro berada di kota Bandung, Jakarta, dan Jogja.

Seiring dengan jalannya waktu, semua orang bisa memiliki “distro” atau merek fashion atau merek kaos sendiri. Dengan banyaknya penjual kaos polos dan jasa sablon kaos, maka yang diperlukan adalah kreativitas dan keunikan design kaos sebagai modal utama. Design adalah segalanya, namun demikian memilih kaos polos yang tepat adalah sangat penting sebelum memulai bisnis kaos distro anda.

Apa bedanya kaos polos distro dengan kaos polos biasa?. Yang pertama dan sangat bisa dibedakan adalah ukurannya. Ukuran kaos pada masing-masing distro adalah berbeda. Perbedaan ukuran kaos polos ini karena masing-masing distro membuat sendiri kaos polosnya dan menggunakan supplier bahan kaos yang berbeda-beda pula. Namun demikian meskipun berbeda-beda pada umumnya merek-merek distro terkenal seperti Black ID, UNKL, atau Airplanesystm merujuk pada ukuran kaos standar US (United States). JIka dibandingkan dengan ukuran kaos polos lokal Indonesia yang banyak dijual di mall atau di supermarket, maka ukuran kaos distro ini relatif lebih besar.

ukuran-kaos-distro-1

Selain pada ukuran, perbedaan kaos polos distro dengan kaos polos biasa adalah pada bahan kaos yang digunakan. Rata-Rata kaos distro menggunakan bahan katun combed 24s, tentu saja jenis bahannya wajib dipastikan 100% katun dan bukan bahan semi katun, TC atau campuran apapun. Ada pula jenis bahan kaos yang lebih tipis dan saat ini sedang menjadi trend di pasaran kaos distro. Jenis bahan tipis tersebut adalah cotton combed 40s. Sama seperti bahan cotton combed 24s hanya saja tingkat ketebalannya berbeda. Bagi yang tidak biasa dengan bahan cotton combed 40s mungkin akan meragukan kualitasnya dan berpikir “mengapa kaos setipis ini sangat mahal dan nge-trend?”. Jawabannya adalah pada kualitas, meskipun tipis, jenis bahan ini sangat amat nyaman dipakai, sehingga harganya relatif mahal.

SOLOP adalah merek kaos polos distro yang baru. Terbuat dari bahan cotton combed 24s dan cotton combed 40s, SOLOP diproduksi khusus untuk memenuhi kebutuhan distro. SOLOP memiliki ukuran standar kaos distro yang setara dengan kaos polos internasional seperti GILDAN atau Hanes. Perbedaan kaos polos SOLOP dengan GILDAN adalah pada jahitan dan labelnya. Untuk jahitan GILDAN biasanya tanpa jahitan samping atau built up, sedangkan pada SOLOP tetap mempertahankan jahitan samping. SOLOP dibuat 100% tanpa label, sehingga anda bisa mencetak label atau merek anda sendiri pada kaos polos yang nantinya akan dicetak dengan design anda. Sementara itu, pada kaos polos import seperti GILDAN masih menggunakan label. Anda pasti tidak suka jika ada merek lain yang menempel pada design anda bukan?. Kaos polos tanpa label seperti SOLOP akan membuat design anda lebih ekslusif dan lebih berkualitas distro. Jadi, untuk memilih kaos polos distro, pastikan anda memilih yang tepat.

Sumber: http://kaospolosandalas.com

 

KAOS POLOS DISTRO PREMIUM COTTON COMBED 24s DAN 40s UKURAN DISTRO

Ini dia kaos polos yang ditunggu-tunggu pemirsa, kini hadir kaos polos dengan bahan katun combed 24s dengan ukuran standar distro. Buat yang belum tahu perihal kaos polos, kaos polos dengan ukuran distro berbeda dengan kaos polos biasa. Perbedaannya terletak pada lebar rib dan panjang kaos. Jika dibandingkan dengan kaos polos biasa, kaos polos ukuran distro ini lebih panjang dibanding kaos polos biasa. Perbandingannya adalah, jika pada kaos polos biasa ukuran M maka pada kaos polos distro adalah ukuran L. Artinya, dari segi ukuran, kaos polos distro setingkat lebih besar daripada kaos polos biasa. Bentuknya pun lebih memanjang ke bawah. Selain ukuran kaos, lebar rib leher pada kaos distro lebih kecil dibandingkan kaos polos biasa, yaitu 1,5 cm. SOLOP adalah kaos polos yang dibuat khusus untuk memenuhi kebutuhan distro. SOLOP dibuat dari bahan soft cotton combed 24s. Ini adalah jenis bahan yang umum dipakai oleh distro clothing di Bandung, Jakarta, dan kota-kota besar lainnya. Selain itu tersedia pula kaos polos bahan cotton combed 40s yang super tipis. Persis seperti kaos-kaos yang dijual di distro clothing. Ukuran kaos polos SOLOP serupa dengan merek-merek kaos distro yang mungkin sudah kamu kenal seperti KICK DENIM, UNKL, atau BLACK I.D. Tersedia dalam ukuran S sampai XXL. Kaos polos SOLOP sangat cocok untuk dipakai sehari-hari, dan khusus dirancang untuk kebutuhan sablon manual, digital, atau DTG. Kaos polos SOLOP sangat cocok untuk kamu yang berencana untuk mengembangkan bisnis kaos atau sablon dengan merek kamu sendiri. Jadi, tunggu apa lagi? SOLOP aja sekarang!.

SL1B-kaos-polos-distro SL2-REV1-kaos-polos-distro SL4-kaos-polos-distro SL5-kaos-polos-distro SL6A-kaos-polos-distro SL7-kaos-polos-distro SL8-kaos-polos-distro SL9-kaos-polos-distro SL3-kaos-polos-distro SL10A-kaos-polos-distro SL11-kaos-polos-distro SL12-kaos-polos-distro SL13-kaos-polos-distro SL14-kaos-polos-distro SL15-kaos-polos-distro

Kaos polos SOLOP juga tersedia dalam bahan PREMIUM COTTON COMBED 40s. Jenis bahan kaos polos combed 40s ini SUPER TIPIS dan nyaman, sama seperti kaos distro dan kaos impor yang banyak beredar di pasaran. Berikut ini koleksi kaos polos SOLOP dengan bahan premium cotton combed 40s. SP0-combed-distro-40s SP1-combed-distro-40s SL3-kaos-polos-distro SP3-combed-distro-40s SP4-combed-distro-40s SP5-combed-distro-40s-1

Kaos polos raglan dari SOLOP adalah varian baru yang diluncurkan tahun 2015 ini. Berbeda dengan kaos polos raglan yang banyak dijual di pasaran, kaos polos raglan dari SOLOP ini dibuat sesuai dengan standar model kaos raglan di Amerika Serikat. Perbedaannya terletak pada jahitan lengan yang sengaja dibuat melengkung atau kurva untuk mendapatkan tanpilan yang lebih sporty. Selain itu, pada bagian bawah kaos polos raglan ini sengaja dibuat loose atau dilepas hanya dengan jahitan obras saja. Kaos polos raglan dari SOLOP tersedia dalam 2 model yaitu lengan pendek dan lengan 3/4. Untuk bahannya, tetap menggunakan jenis bahan premium cotton combed 24s yang sudah terbukti kelembutan dan kenyamanannya. Kaos polos raglan ini sangat cocok untuk dipakai sehari-hari, dan tentu saja bisa lebih divariasi dengan menambahkan sablon sesuai selera. jadi, tunggu apa lagi? pesan satu sekarang.

R3402-kaos-polos-raglanRS02-kaos-polos-raglan R3401-kaos-polos-raglan RS01-kaos-polos-raglan R3403-kaos-polos-raglan

Kaos polos SOLOP juga tersedia khusus untuk wanita. Kami menyebutnya SOLOP LADIES. DIbuat dari bahan premium cotton combed 24 dan dibikin dengan pola khusus untuk menyesuaikan bentuk tubuh wanita. Kaos polos untuk wanita ini tersedia dari ukuran S sampai XL.

SC01-kaos-polos-wanita SC02-kaos-polos-wanita  

KLIK DISINI untuk INFO HARGA SOLOP

KAOS POLOS ANAK COCOK UNTUK SABLON

Ini adalah koleksi kaos polos anak dari KAOS POLOS ANDALAS. Kaos polos anak ini dibuat dari bahan katun combed 20s. Dijahit rapi dengan model jahitan rantai standar kaos distro. Kaos polos anak ini sangat cocok untuk sablon manual, digital, maupun DTG. Jenis bahan kaosnya adem, nyaman dan menyerap keringat.

Kaos polos anak tersedia dalam 3 ukuran yaitu ukuran Nol untuk anak usia 0-1 tahun. Ukuran Satu untuk anak 1-3 tahun. Dan ukuran Dua untuk anak 4-6 tahun. Untuk anak diatas usia 6 tahun biasanya masuk kaos polos dewasa ukuran S.

Koleksi kaos polos anak makin lengkap dengan kehadiran yang satu ini. Kaos polos raglan anak bahan katun combed 20s . Saat ini tersedia dalam 3 ukuran yaitu S, M, dan L. Kaos polos raglan anak siap sablon ini sangat cocok untuk Anda yang sedang membuat kaos anak dengan design sendiri. Jenis bahan kaos polos ini sangat nyaman untuk dipakai anak-anak karena bahannya lembut dan menyerap keringat.

Q05-kaos-polos-raglan-anak-misty-hitam Q04-kaos-polos-raglan-anak-misty-marun Q03-kaos-polos-raglan-anak-misty-orange Q02-kaos-polos-raglan-anak-misty-biru-turkis Q01-kaos-polos-raglan-anak-misty-biru-benhur

Memilih Kaos Polos Jenis Bahan 20s, 30s, 24s, 40s

Saat membeli kaos polos, pada labelnya sering kita menjumpai keterangan identitas kaos, meliputi kandungan bahan kaos. Komposisi bahannya, hingga berapa persen kandungan serat alaminya. Ada lagi yang mengusik perhatian, yaitu terdapat angka-angka, seperti misalnya cotton 20s, 30s, 24s, dan 40s.

kaos-polos-30s

Sebenarnya apa arti dari angka-angka tadi? Ternyata huruf S di belakang angka-angka tadi adalah kepanjangan dari Single knitt. Istilah ini muncul untuk menunjukkan proses perajutan kain. Single knite berarti rajutan yang dihasilkan berasal rajutan jarum tunggal. Jenis kain yang dihasilkan dari rajutan jarum tunggal akan memiliki sisi yang berbeda antara depan dan belakang. Artinya, satu sisi lebih kasar, biasanya untuk bagian dalam, dan satu sisi lebih halus, biasanya untuk bagian luar. Single knite menghasilkan rajutan yang padat dan kurang lentur.

Jenis rajutan lainnya adalah Double knitt, atau pada label pakaian disimbolkan dengan huruf ‘D’. Huruf D ini berarti Double knitt atau jarum ganda. Pada rajutan double knitt, hasil rajutan lebih lentur dan halus. Double knitt menghasilkan rajutan yang memiliki kesamaan di kedua sisinya. Artinya, baik bagian depan maupun belakang sama-sama memiliki hasil yang halus. Jadi, kedua sisinya sama-sama bisa digunakan.

Jenis rajutan tipe single knitt ini biasanya digunakan untuk bahan kaos yang diperuntukkan bagi konveksi, kaos distro, kaos olah raga dan lain sebagainya. Sedangkan hasil rajutan double knitt yang lebih  halus dan lentur kebanyakan digunakan sebagai bahan baku pakaian bayi dan anak-anak. Rajutan double knitt yang lebih halus sangat cocok digunakan untuk kulit bayi dan anak-anak yang masih halus dan sensitif.

Angka yang tertera di depan huruf S, seperti 20, 30, 24, dan 40 menunjukkan tingkatan ketebalan rajutan single knite yang dibuat. Angka-angka tadi menunjukkan jenis benang yang digunakan dalam rajutan. Bahan cotton yang semakin tebal, maka angka benang yang digunakan semakin kecil. Artinya, 20s lebih tebal daripada  40s.

Lalu bagaimana dengan harganya? Harusnya , bahan cotton atau bahan kaos yang lebih tebal, harganya semakin mahal. Bukankah ini juga berlaku saat membeli kaos? Kaos yang bahannya lebih tebal, seharusnya harganya tentu saja lebih mahal dibandingkan dengan kaos yang bahannya lebih tipis. Ternyata tidak demikian, kenyataannya harga kaos polos dan bahan kaos tergantung permintaan pasar. Contoh nyata misalnya, harga kaos distro yang biasanya menggunakan bahan cotton combed 30s akan lebih mahal bila dibanding jenis kaos distro yang sama dengan bahan cotton combed 20s. Itulah mengapa, terkadang saat kita membeli kaos distro di toko yang sama dan model yang hampir mirip. Namun memiliki selisih harga. Perbedaan ini jugalah yang sering digunakan untuk lebih mendongkrak penjualan, yaitu dengan menyediakan berbagai pilihan ketebalan bahan kaos, dengan desain yang mirip namun dengan pilihan harga yang beragam.

Setelah kita mengetahui perbedaan antara 20s, 30s, 24s, dan 40s mulai sekarang kita bisa lebih memilih lagi, mana kaos polos yang akan kita beli. Bila menginginkan kaos polos yang nyaman, pilihan pada bahan cotton 20s atau 24s dapat anda pilih. Harganya mungkin akan sedikit berbeda dibanding dengan kaos polos berbahan cotton 30s. Namun, bagi anda yang lebih mengutamakan kenyamanan, pilihan kaos polos cotton 20s atau 24s merupakan pilihan yang tepat.

Nah, setelah mengetahui tingkat ketebalan kaos polos, sekarang anda dapat memilih kaos polos sesuai selera anda. Tingkat ketebalan kaos polos mana yang akan anda pilih: 20s, 30s, 24s, ataukah 40s? Semua itu tergantung pada target market anda.

Sumber: http://kaospolosandalas.com