Kaos Polos Abu Misty, Tampil dengan Kesan yang Kalem dan Hangat

Warna abu misty dalam berbusana mampu menampilkan kesan yang kalem dan hangat, tidak heran jika banyak orang yang menyukai warna ini.  Kaos polos abu misty memang terlihat lebih kalem dan sederhana, namun begitu Anda tetap terlihat elegan dan gaya.  Apalagi jika dipadukan dengan warna lain yang harmonis, kesan sederhana justru akan membuat Anda terlihat lebih positif dan dewasa.

Kali ini kami menyediakan beberapa model kaos polos abu misty untuk Anda yang ingin tampil dengan gaya favorit.  Ada model round neck yang fleksibel untuk berbagai aktifitas Anda, ada juga model vneck yang akan membuat Anda tampil percaya diri.  Demikian juga dengan kaos lengan panjang yang berkelas dan kaos anak untuk memenuhi kebutuhan putra-putri Anda.

Untuk kaos oblong, kami menyediakan kaos polos dari bahan cotton combed 20s dan cotton combed 30s yang tidak perlu diragukan lagi kualitasnya.  Jenis bahan ini terbuat dari 100% serat kapas alami yang akan memberikan kenyamanan dalam berbusana, karena sifat kainnya yang lembut, adem dan menyerap keringat.

Sedangkan untuk keperluan polo shirt, kami menyediakan bahan cotton pique dengan kualitas terbaik di kelasnya.  Sehingga Anda bisa tampil sporty dan elegan dalam berbagai kesempatan, dan yang pasti tetap nyaman dengan bahan polo shirt yang lembut dan kuat.  Dan bagi Anda yang membutuhkan jaket maupun sweater, kami juga menyediakan bahan coton fleece untuk memenuhi kebutuhan Anda.

Jika Anda mengkombinasikannya dengan design sablon, maka jenis bahan yang kami sediakan mampu memberikan hasil sablon yang terbaik.  Anda juga bisa memadukannya dengan warna pilihan yang sesuai dengan karakter dan kepribadian Anda.  Untuk perpaduan warna yang menarik, Anda bisa mencoba paduan warna monokromatik yang simpel.

Misalnya memadukan warna abu misty dengan putih.  Atau bisa juga dengan varian abu misty lainnya, seperti abu misty muda, abu misty tua, abu misty gelap dan abu misty terang.  Paduan warna ini akan memberikan kesan yang cukup sederhana, namun tetap keren dan elegan.

Sedangkan untuk paduan warna yang lebih kontras, Anda bisa mencobanya dengan beberapa warna lain yang lebih berani.  Misalnya saja dengan warna merah atau hitam, untuk menampilkan kesan yang kuat di balik kesederhanaan Anda.  Karena di balik kesan sederhana, ada beberapa karakter kepribdian yang begitu melekat pada diri seseorang yang menyukai warna abu misty.

Berikut ini adalah karakter penyuka warna abu-abu:

  • Cenderung bersikap netral dalam banyak hal, hanya saja terkadang hal ini justru membuat seseorang kurang berani untuk berbeda dari mayoritas.
  • Lebih suka mempertahankan apa yang sudah diputuskan karena menganggap itulah yang terbaik sehingga kurang terbuka dengan ide-ide baru.
  • Cenderung menyukai kestabilan dan keseimbangan sehingga akan berusaha untuk menjaga keseimbangan tersebut.
  • Identik dengan karakter kalem, praktis, tidak suka menarik perhatian, moderat dan lebih suka mencari kepuasan dalam hidup.
  • Pekerja keras dan selalu berusaha untuk menyelesaikan tugas yang sudah menjadi tanggungjawabnya.
  • Sering terjebak dalam kebimbangan, kurang percaya diri, dan sulit dalam menentukan pilihan.
  • Selalu berusaha untuk mengendalikan diri dalam bersikap dan cenderung takut untuk sakit hati sehingga mematikan emosi untuk menghindarinya.
  • Selalu mencoba untuk bisa bersikap adil dalam memberikan penilaian.
  • Meskipun memiliki kekurangan dalam berimanjinasi dan kreatifitas, namun penyuka warna abu misty selalu berusaha untuk mandiri.

Dengan kaos polos abu misty, Anda bisa tampil dengan warna favorit kesukaan Anda.  Tampil dalam busana yang kalem dan hangat, rasa percaya diri pun meningkat.

Kaos Polos Hitam, Tampil dengan Kesan yang Misterius

Kaos menjadi salah satu kebutuhan wajib untuk aktifitas sehari-hari.  Karena jenis pakaian yang satu ini mampu memberikan kenyamanan dalam berbagai kesempatan.  Dari sekian banyak pilihan warna kaos, banyak diantara anak muda yang memfavoritkan kaos polos hitam, karena dianggap lebih keren.  Warna hitam bahkan sering dikaitkan dengan kesan kuat, tertutup dan misterius.

Buat Anda penggemar warna hitam, kami menyediakan kaos polos hitam dalam berbagai ukuran untuk memenuhi kebutuhan fashion Anda.  Dengan aneka model pakaian yang sedang trend saat ini, karena kami memberikan banyak pilihan.  Diantaranya adalah t shirt model round neck atau biasa dikenal dengan istilah O-neck, v-neck, polo shirt, lengan panjang, hingga kaos model anak-anak.

Untuk kualitas bahan, Anda tidak perlu khawatir karena kami selalu menggunakan bahan pilihan yang berkualitas.  Saat ini tersedia kaos polos warna hitam yang terbuat dari bahan cotton combed 20s dan 30s.  Terbuat dari 100% serat kapas alami, kaos polos produksi kami akan memberikan kenyamanan dalam berbusana di berbagai kesempatan.  Demikian juga dengan bahan cotton pique untuk kebutuhan kaos polo dan cotton fleece untuk pembuatan jaket ataupun sweater.

Kaos polos hitam yang kami sediakan memiliki kualitas yang tinggi sesuai dengan standar distro, sehingga cocok bagi Anda yang ingin merintis bisnis dalam bidang fashion.  Perlu diketahui bahwa warna hitam memiliki banyak penggemar, sehingga potensi untuk mengembangkan bisnis masih sangat terbuka lebar.  Kaos polos yang kami produksi bisa digunakan untuk kebutuhan pribadi maupun bisnis Anda.

Meskipun kaos berwarna hitam cenderung menampilkan kesan angker dan sedikit panas, namun jenis warna kaos yang satu ini akan terlihat lebih rapi.  Selain itu warna hitam juga tidak mudah kotor, sehingga bisa digunakan dalam berbagai aktifitas.  Tampilan kaos juga akan semakin menarik jika dikombinasikan dengan design dan sablon yang kreatif dan pilihan warna yang sesuai.

Perpaduan warna untuk kaos polos hitam bisa dilakukan dengan dua cara, yaitu monokromatik dan kontras.  Untuk paduan warna kromatik, Anda bisa memadukan kaos polos hitam dengan warna senada, seperti abu-abu.  Sedangkan untuk paduan warna kontras, Anda bisa saja memadukannya dengan warna lain seperti putih, merah, atau bahkan kuning.  Kombinasi warna kontras akan menghasilkan tampilan yang cukup menarik perhatian, karena terlihat lebih mencolok.

Seperti yang telah disinggung di atas, warna hitam memang sering dikaitkan dengan kesan kuat dan misterius.  Sama halnya dengan warna kaos polos lainnya, kaos polos hitam juga bisa mewakili karakteristik individu yang mengenakannya.  Berikut ini adalah karakter pribadi sesorang yang menyukai warna hitam:

  • Penyuka warna hitam cenderung menjaga jarak dengan maksud untuk melindungi emosinya terhadap orang yang belum begitu dikenal.
  • Penyuka hitam cenderung mandiri, tegas, dan bisa mengendalikan diri sendiri dalam berbagai situasi.
  • Kurang pandai dalam mengungkapkan permasalahan yang sedang dihadapi sehingga cenderung menahan perasaannya.
  • Cenderung memberontak terhadap lingkungan keluarga atau sekitarnya yang kurang sesuai dengan prinsip hidupnya.
  • Selalu ingin melindungi perasaannya yang paling dalam, karena biasanya penyuka warna hitam cenderung lebih sensitif.
  • Warna hitam pada kaos yang dikenakan bisa menurunkan kegelisahan sehingga suasana hati menjadi lebih nyaman.
  • Cenderung keras kepala sehingga sering berbeda argumen dengan orang lain.

Dengan kaos polos hitam, Anda akan tampil lebih percaya diri sesuai dengan warna favorit Anda.  Kesan misterius, penyendiri, dan sensitif akan semakin melekat dalam diri Anda dengan mengenakan kaos warna hitam.  Jadi, sudah siapkah Anda untuk menampilkan kesan misterius hari ini?

Kaos Polos Putih, Cocok untuk Dipadukan dengan Warna Apapun

Ada banyak pilihan warna kaos polos yang menarik untuk digunakan dalam berbusana.  Salah satu warna yang banyak disukai adalah putih.  Memang kaos dengan warna putih akan lebih mudah untuk dipadukan dengan warna apapun, karena jenis warna ini termasuk ke dalam warna netral.  Kaos polos putih memiliki penggemar tersendiri karena tampilannya yang bersih dan menarik, apalagi jika dikombinasikan dengan design warna sablon yang bervariasi.

Kali ini kami menyediakan jenis bahan untuk pakaian warna putih yang cukup bervariasi, yaitu berupa kaos polos yang terbuat dari cotton combed 20s dan cotton combed 30s yang pastinya terbaik di kelasnya.  Jenis bahan ini akan memberikan kenyamanan dalam berbusana karena memiliki karakteristik yang adem, lembut dan menyerap keringat.  Sehingga cocok untuk berbagai aktifitas dan kesempatan.

Kami juga menyediakan jenis bahan cotton pique untuk pembuatan polo shirt sehingga penampilan akan semakin terlihat elegan dan berkelas.  Tersedia juga cotton fleece untuk pembuatan jaket dengan karakteristik kain yang tebal namun tetap lembut sehingga memberikan kenyamanan dan kehangatan  saat dikenakan di cuaca dingin.

Untuk modelnya sendiri, ada banyak pilihan variasi yang bisa dipilih sesuai dengan keinginan.  Karena tersedia model round neck, vneck, polo shirt, kaos lengan panjang dan juga kaos untuk anak yang nyaman dan lembut.  Round neck sering juga dikenal dengan istilah O-neck karena bentuknya yang menyerupai huruf O.  Sedangkan untuk model vneck, bentuknya menyerupai huruf V dengan pertemuan dua ujung garis ribbs pada sudut di atas dada.  Penggunaan v-neck pada kaos akan memberikan kesan tubuh yang lebih padat dan berisi.  Pemilihan model pakaian tentu akan sangat tergantung pada selera dan kebutuhan Anda.

Penggunaan kaos polos putih untuk fashion sehari-hari tidak lepas dari keunggulannya dibandingkan dengan warna kaos lainnya.  Karena warna putih bisa dipadukan dengan warna apapun, dengan hasil tampilan yang pasti menarik.  Jika Anda ingin memadukan warna putih dengan warna lainnya, Anda bisa menggunakan dua paduan berikut:

  • Paduan warna monokromatik, yaitu memadukan dua warna yang senada atau beberapa warna yang bersumber dari satu warna. Misalnya memadukan warna putih dengan abu muda.  Perpaduan warna yang sanada akan menghasilkan kombinasi yang serasi dan menarik.
  • Paduan warna kontras, yaitu memadukan dua warna yang tidak senada atau kontras, bisa dikatakan kontras berarti memadukan dua warna dengan perbedaan yang sangat mencolok, misalnya saja warna putih dengan merah.

Perpaduan warna yang kontras akan menghasilkan kombinasi yang cukup menarik, dimana Anda akan terlihat lebih menonjol dan berani dalam bermain warna.  Tidak jarang perpaduan warna yang kontras dalam berpakaian akan menjadikan Anda sebagai pusat perhatian.

Pemilihan warna putih juga sering dikaitkan dengan karakteristik tertentu.  Dimana warna putih memang identik dengan simbol kemurnian, kesucian dan juga kepolosan.  Biasanya penyuka warna putih cenderung memiliki kepribadian yang penuh percaya diri, terbuka, dan berani mengutarakan pendapatnya terutama untuk sebuah hasil yang lebih sempurna.

Selain itu, penyuka warna putih juga lebih optimis, mandiri dan lebih bisa mengontrol emosinya.  Meskipun memiliki kecenderungan untuk menetapkan standar yang terlalu tingga dan perfeksionis, namun penyuka warna putih lebih menyukai kesedehanaan.  Sehingga gaya hidup yang diterapkan biasanya cenderung sederhana.

Dengan kaos polos putih, Anda akan tampil lebih percaya diri.  Karena pada dasarnya busana yang Anda kenakan mewakili karakter dan kepribadian Anda.  Jadi, sudah siapkah Anda tampil gaya dengan kaos putih favorit Anda?

Mengenal Kaos Polos Cotton Slub

kaos-polos-slub

Salah satu jenis bahan kaos polos yang sering direkomendasikan untuk pembuatan kaos polos adalah Cotton Slub.  Apakah Cotton Slub itu?  Berikut ini adalah ulasan mengenai jenis bahan kaos polos Cotton Slub yang bisa menjadi referensi bagi Anda dalam memilih kaos polos.

Slub merupakan jenis bahan kaos yang bisa terbuat dari Cotton maupun Polyester atau campuran keduanya. Bahan Slub memiliki karakteristik khusus yaitu: tidak rata pada permukaannya, bisa menebal dan menipis.  Meski memiliki struktur bahan yang sama seperti jenis bahan kaos lainnya perbedaan bahan Slub terletak pada jenis rajutan yang bisa menebal dan menipis dengan warna yang berbeda.  Jenis bahan kaos ini bisa digunakan untuk pembuatan kaos polos atau reglan dan sangat cocok sebagai variasi kaos, terlebih dengan tekstur kain yang ringan sehingga cenderung nyaman saat dikenakan.

Tekstur permukaan kain yang cenderung tidak rata merupakan efek dari hasil pengolahan kapas yang dipelintir sehingga memuncullkan kesan tidak rata pada permukaannya.  Keunikan tekstur bahan  ini justru banyak digunakan oleh beberapa brand ternama untuk menampilkan kesan vintage.  Jika diperhatikan secara keseluruhan, jenis kain Slub terlihat memiliki serat yang tidak rapat dan sedikit menerawang, sehingga bisa dibedakan dengan jenis Cotton Combed 30s dengan serat Jersey.

Bahan Slub bisa terbagi menjadi beberapa kategori sesuai komposisinya, yaitu Slub 100% Cotton, 80% Cotton dan 20% Polyester, Rayon-Slub-Cotton, dan Slub Polyester.  Untuk jenis Cotton Slub 100% katun, memiliki karakteristik yang ringan sesuai dengan bahan katun yang mendominasi, dan biasanya sebanding dengan Cotton Combed gramasi 30s namun demikian tetap saja kedua bahan ini memiliki karakter yang berbeda terutama pada permukaan Slub yang tidak rata.  Dimana saat disentuh, permukaan kain terasa seperti ada garis-garis pada serat kaosnya.

Meskipun dulu jenis bahan Slub banyak digunakan untuk membuat kaos polos model wanita, namun belakangan jenis bahan ini juga banyak dipilih oleh suplier untuk pembuatan kaos polos pria maupun raglan karena sifatnya yang ringan.  Hanya saja untuk jenis bahan ini variasi warna yang diproduksi lebih terbatas tidak seperti Cotton Combed.  Untuk yang warna putih biasanya terlihat sedikit transparan, sehingga untuk sebagian orang jenis kain ini mungkin kurang sesuai dengan seleranya karena terlihat lebih tipis.  Meski begitu, nyatanya jenis bahan ini justru memiliki nilai yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan Cotton Combed dan mulai banyak dijual di clothing store.

Sesuai dengan komposisinya, Slub yang terbuat dari Cotton dan dari Polyester tentu memiliki perbedaan demikian juga dengan Slub yang terbuat dari campuran keduanya.  Secara umum, Cotton Slub 100% memiliki karakteristik yang ringan, nyaman dan menyerap keringat.  Hanya saja jenis bahan ini hanya tersedia di ketebalan 30s saja, sehingga tidak banyak pilihan sebagaimana Cotton Combed.  Selain itu, karena terbuat dari 100% serat alami jenis kain ini lebih mudah rusak jika direndam lama dalam detergen dan rentan terhadap jamur sehingga membutuhkan perawatan yang tidak biasa.  Sedangkan untuk Slub yang terbuat dari Polyester, sesuai dengan karakteristiknya cenderung lebih panas, kurang menyerap keringat namun lebih murah.  Setiap jenis bahan kaos polos memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing sehingga pemilihan jenis bahan kaos  Slub untuk pembuatan kaos polos maupun kaos distro tentu juga disesuaikan dengan selera yang dimiliki.

http://kaospolosandalas.com

Jenis Bahan Kaos untuk Kaos Polos, Sweater Polos, Polo Shirt Polos Dan Model Pakaian Lainnya

bahan-kaos-polos

Berbagai jenis pakaian seperti kaos polos, jaket, polo shirt, kaos dalam maupun kaos lengan panjang biasanya menggunakan jenis bahan kaos yang berbeda sesuai dengan karakteristik yang paling cocok untuk pembuatan pakaian tersebut.  Untuk keperluan tersebut ada beberapa rekomendasi yang layak  dipertimbangkan terkait jenis bahan yang bisa digunakan, seperti berikut ini.

Untuk pembuatan kaos polos

Untuk pembuatan kaos polos, biasanya jenis kain yang paling direkomendasikan adalah Cotton Combed, Cotton Carded, Teteron Cotton (TC), Chief Value Cotton (CVC), dan Slub.  Masing-masing kain tersebut memiliki karakteristik berbeda yang mempengaruhi kualitas dan harga dari kain yang digunakan.  Misalnya untuk jenis Cotton Combed, biasanya memiliki tekstur yang halus, lembut, adem dan menyerap keringat sehingga nyaman saat dikenakan dan memiliki harga yang relatif lebih mahal sesuai dengan kualitasnya dibandingkan dengan jenis kain lainnya seperti Carded, maupun TC, dan CVC yang kualitasnya tidak sebaik Cotton Combed.

Untuk pembuatan sweater polos

Jenis bahan yang paling direkomendasikan untuk pembuatan sweater polos biasanya adalah Cotton Fleece atau Baby Terry, karena memiliki karakteristik yang tebal, lembut namun memiliki daya serap tinggi.  Selain itu jenis bahan ini juga mampu memberikan rasa hangat dan nyaman saat dikenakan karena sifat bahannya yang lembut dan mampu menahan suhu tubuh.  Selain sweater, jenis kain Baby Terry juga bisa direkomendasikan untuk pembuatan hoodie.

Untuk pembuatan Polo shirt

Jenis bahan yang direkomendasikan untuk pembuatan Polo shirt adalah Lacoste atau Katun Pique, dimana jenis bahan ini memiliki karakteristik rajutan yang tidak padat sehingga menyerupai kain berpori dengan intensitas kelembutan sesuai dengan jenis bahan yang dikombinasikan.  Jika dibuat dari Cotton maka kainnya bersifat lembut dan menyerap keringat, demikian juga sebaliknya jika dikombinasikan dengan jenis kain lain seperti Polyester.  Untuk pembuatan Polo shirt sendiri, aplikasi design gambar atau logo yang paling direkomendasikan adalah bordir karena akan memberikan hasil yang terbaik jika dibandingkan dengan teknik sablon mengingat jenis kain yang cenderung tidak rata.

Untuk pembuatan kaos dalam

Adapun untuk pembuatan kaos dalam, jenis kain yang paling direkomendasikan adalah Rib, Carded, Combed, TC dan CVC.  Jenis kain rib sendiri merupakan jenis kain rajut rib yang dibentuk oleh dua bagian jarum pada saat yang bersamaan sehingga menghasilkan kain yang elastis sehingga sangat cocok untuk digunakan dalam pembuatan kaos dalam.  Kain ini bisa dibuat dengan mesin maupun manual dan biasanya dengan menggunakan mesin rajut bundar dan bahan yang digunakan adalah benang kapas.

 Untuk pembuatan kaos lengan panjang

Jenis kain yang biasanya direkomendasikan untuk pembuatan kaos lengan panjang adalah Cotton Combed, Cotton Carded, TC, dan CVC.  Pemilihan jenis Cotton Combed, maupun Cotton Carded sangat cocok untuk pembuatan kaos polos lengan panjang karena nyaman dan tidak panas saat digunakan.  Namun demikian pemilihan jenis kain TC maupun CVC juga tetap direkomendasikan karena cenderung memiliki harga yang relatif terjangkau jika dibandingkan dengan jenis kain Combed.

Beberapa rekomendasi jenis bahan kaos tersebut bisa dipilih sesuai dengan selera dan karakteristik kain yang diinginkan. Baik kaos polos maupun kaos sablon sama-sama perlu diperhatikan kualitas bahannya. Selain itu pemilihan bahan kaos juga bisa disesuaikan dengan budget yang dimiliki.  Dengan mengetahui jenis bahan yang direkomendasikan maka sebagai pembeli, Anda bisa memilih sesuai pemahaman Anda sehingga tidak kecewa di kemudian hari karena pakaian atau kaos polos yang dibeli tidak sesuai harapan.

http://kaospolosandalas.com

Bahan Kaos Polos Sweater Polos Baby Terry, Karakteristik dan Keunggulannya.

sweater-polos-baby-terry

Ada banyak jenis bahan kaos polos dan sweater polos yang tentunya memiliki karakteristik masing-masing beserta kelebihan dan kekurangannya.  Kali ini kita akan mengulas jenis bahan sweater polos yaitu Baby Terry, bagaimana karakteristiknya dan apa saja keunggulan dari bahan  ini.

Jenis bahan sweater polos Baby Terry pada awalnya dikenal dengan istilah Terry saja, namun pada perkembangannya jenis bahan sweater polos ini justru lebih familiar dengan nama Baby Terry.  Penyebutan Baby di  awal, mungkin  dikarenakan jenis bahan sweater polos ini memang banyak digunakan untuk pembuatan pakaian bayi dan balita karena tekstur bahan ini sangat lembut.  Dan dengan karakteristik yang lembut tersebut, kulit bayi yang sensitif bisa terhindar dari iritasi.  Meski dalam perkembangannya penggunaan jenis bahan ini tidak hanya terbatas untuk pakaian bayi, namun istilah Baby Terry tetap melekat sehingga nama inilah yang lebih familiar di pasaran.

Jenis bahan Baby Terry umumnya memiliki karakteristik bahan yang sangat lembut karena terbuat dari Cotton, terutama untuk yang 100% Cotton yang mengandung serat kapas alami.  Namun demikian tidak menutup kemungkinan jika produsen di pasaran memproduksi jenis bahan sweater polos tersebut dengan mengkombinasikannya bersama jenis bahan lain semacam CVC dengan komposisi 80% Cotton dan 20% Polyester.  Secara umum jenis bahan sweater polos ini cenderung memiliki tekstur yang tebal, tidak berbulu, hangat dan lembut.

Pada awal kemunculannya, jenis bahan sweater polos Tery banyak digunakan untuk pembuatan handuk, pelapis sandal hingga pakaian dan baju hangat.  Jika diamati dari struktur bahan nya, maka terlihat bagian luar bahan sweater polos cenderung memiliki struktur bahan menyerupai jersey double knitted namun terlihat lebih lentur.   Sedangkan pada bagian dalamnya memiliki struktur yang berbentuk seperti kumpulan ‘loop’ yang mampu meningkatkan daya serap bahan sweater polos sehingga nyaman saat dikenakan.  Selain karena teksturnya yang lembut, daya serap bahan Baby Terry yang tinggi juga menjadi alasan mengapa jenis bahan ini digunakan untuk pembuatan handuk.

Jenis bahan sweater polos ini bisa dibedakan menjadi Baby Terry, Terry biasa, dan French Terry (Terry Dorr) dengan karakteristiknya masing-masing sesuai dengan kandungan bahan di dalamnya.  Untuk jenis Baby Terry sendiri juga tersedia dalam bentuk yang tipis menyerupai kaos namun sedikit lebih tebal dan biasanya lazim digunakan untuk pembuatan blazer wanita.

Sesuai dengan karakteristiknya, jenis bahan ini sering digunakan sebagai bahan untuk pembuatan jaket, hoodie atau sweater.  Keunggulan bahan sweater polos ini antara lain adalah sifat bahan yang lembut, tebal namun tidak panas dan kemampuannya dalam menahan panas suhu tubuh sehingga sangat cocok untuk digunakan saat udara dingin atau di musim hujan.

Dengan mengetahui karakteristik jenis bahan sweater polos baby terry ini, setidaknya kita sudah memiliki pemahaman mengenai apa saja kelebihannya dan bisa membedakan dengan bahan kaos polos atau sweater polos lainnya yang memiliki karakteristik dan kualitas yang berbeda.

Kaos Polos Katun Pique atau Lacoste, Kelebihan dan Kekurangannya

kaos-polos-katun-pique

Pembuatan kaos polos berkerah atau polo shirt erat kaitannya dengan penggunaan jenis bahan kaos katun Pique atau Lacoste.  Istilah jenis bahan kaos tersebut kadang kurang begitu dipahami, terutama mengenai bagaimana karakteristiknya dan apa saja kelebihan maupun kekurangannya jika dibandingkan jenis bahan kaos polos lainnya.  Istilah Lacoste sebenarnya merupakan nama brand perusahaan asal Perancis yang memproduksi jenis kain berpori.  Hanya saja seiring dengan perkembangannya, masyarakat justru menjadikan istilah Lacoste sebagai jenis bahan kaos dengan karakteristik tersebut.

Pada dasarnya jenis bahan kaos polos katun Pique atau Lacoste merupakan salah satu jenis bahan kaos yang mempunyai rajutan bercorak dan umumnya menggunakan bahan cotton atau polyester.  Perbedaan jenis bahan kaos ini dari bahan kaos lainnya terletak pada tekstur pemintalannya yang lebih terasa dengan tekstur berpori pada kedua sisinya baik dalam maupun luar.  Jenis kain berpori ini memiliki pola rajutan dengan tekstur berpori bulat, kotak-kotak maupun segitiga.

Jenis bahan kaos katun pique ini bisa dibedakan menjadi dua kategori, yaitu:

  1. Pique Cotton

Jenis kain Pique Cotton memiliki karakteristik bahan yang lembut dan menyerap keringat sehingga lebih nyaman saat digunakan.  Selain itu, pada jenis bahan ini tekstur berpori hanya ada pada bagian luar saja sedangkan pada bagian dalamnya tidak berpori.  Jenis bahan kaos ini sangat cocok untuk pembuatan kaos polos berkerah formal karena terlihat lebih rapi.

  1. Pique CVC / Polyester

Karena mengandung Polyester, jenis bahan kaos ini memiliki karakteristik bahan yang relatif panas dengan tekstur berpori yang lebih besar jika dibandingkan dengan jenis bahan Pique Cotton.  Bahan kaos Pique Polyester atau PE yang kandungan Polyesternya lebih dominan relatif lebih tipis dan kurang menyerap keringat, sedangkan pada jenis bahan CVC yang kandungan Cottonnya lebih dominan cenderung tebal dan lebih menyerap keringat.  Dengan karakteristik tersebut, jenis kain ini memiliki harga yang relatif lebih murah jika dibandingkan dengan Pique Cotton.

Berbeda dengan jenis kain jersey, bahan kaos Pique atau Lacoste memiliki tipe rajutan yang tidak padat sehingga menyerupai pori-pori.  Jenis kain ini lazim digunakan untuk pembuatan kaos kerah atau polo shirt dengan berbagai macam pilihan warna yang tersedia.  Untuk pembuatan kaos kerah, biasanya dilengkapi dengan kerah pada bagian leher dan manset pada lengannya.  Secara umum pembuatan kaos kerah menggunakan kerah jadi, yaitu bentuk kerah yang sudah jadi dan diproduksi oleh pabrik sehingga tinggal menjahitnya saja.  Namun tidak menutup kemungkinan juga mengaplikasikan jenis kerah yang dibuat sendiri oleh penjahit menggunakan bahan yang sama seperti kaos polo tersebut dengan penambahan kain keras di dalamnya.  Tentu tipe kerah yang digunakan bisa disesuaikan dengan selera pasar dan ketersediaan bahan yang ada.

Dengan karakteristik bahan yang berpori, maka tidak semua teknik sablon bisa diaplikasikan pada jenis kain tersebut karena permukaan kainnya yang tidak rata.  Aplikasi sablon pada jenis kain yang berpori cenderung memberikan hasil yang kurang maksimal.  Sehingga untuk mengaplikasikan design gambar atau logo tertentu,  teknik yang paling direkomendasikan adalah teknik bordir karena akan memberikan hasil yang terbaik. Paduan kaos polos katun pique dengan ornament bordir banyak dipakai untuk pembuatan kaos promosi, atau kaos seragam perusahaan.

Sumber: http://kaospolosandalas.com

Karakteristik dan Keunggulan kaos polos CVC / Chief Value Cotton

kaos-polos-CVC

Cotton menjadi salah satu jenis kain yang banyak digunakan untuk pembuatan kaos polos karena memiliki karakteristik yang nyaman dan menyerap keringat, namun demikian jenis Cotton pun dibedakan menjadi beberapa jenis bahan kaos yang berbeda tergantung jenis materi lain yang dikombinasikan dengan Cotton.  Jika sebelumnya telah diulas mengenai karakkteristik jenis kain Teteron Cotton (TC) yang merupakan kombinasi antara Cotton dengan Polyester dengan perbandingan komposisi Polyester yang lebih dominan.  Kali ini akan diulas mengenai jenis bahan kaos polos CVC atau Chief Value Cotton yang memiliki karakteristik dan keunggulan yang berbeda jika dibandingkan dengan jenis kaos polos TC.

Mungkin masih banyak yang belum memahami dan bahkan menganggap jika CVC merupakan singkatan dari Cotton VisCose, padahal dari jenis kainnya saja kedua kain ini memiliki karakteristik yang berbeda.  Meskipun keduanya sama-sama kain katun, namun kombinasi kain lain yang digunakan membuat kedua jenis kain ini memiliki karakteristik yang berbeda.  Viscose sendiri merupakan jenis kain yang dikembangkan dari rayon yang pada awalnya digunakan untuk pembuatan serat sutra sintetis.  Jenis kain Viscose memiliki karakteristik yang lembut, menyerap keringat, bahan kain tidak kaku dan cenderung jatuh dengan warna yang agak mengkilat, namun jenis kain ini mudah rusak jika direndam dengan detergen selama lebih dari 1 jam.  Jadi berdasarkan kombinasinya, kain CVC (Chief Value Cotton) berbeda dengan Cotton Viscose yang selama ini mungkin dianggap sama.

Chief Value Cotton (CVC) merupakan jenis bahan kaos polos yang dibuat dengan mengkombinasi kain Polyester dengan Cotton, dengan perbandingan komposisi Cottonnya sama atau lebih dominan dibandingkan dengan Polyesternya.  Biasanya komposisi kain yang digunakan memiliki perbandingan 55% Cotton dan 45% Polyester, 60% Cotton dan 40% Polyester atau 50% Cotton dan 50% Polyester.  Dengan demikian bisa disimpulkan bahwa untuk jenis kain CVC, kandungan serat kapas alaminya bisa sama atau lebih besar dari kandungan Polyesternya sehingga memiliki karakteristik yang berbeda dengan jenis kain TC.  Jenis kain Chief Value Cotton (CVC) banyak digunakan untuk pembuatan kaos oblong polos maupun sablon.

Karena terbuat dari kombinasi jenis Cotton yang lebih dominan, maka jenis kain CVC memiliki banyak keunggulan dan berikut ini adalah keunggulan dari jenis kain CVC:

  • Jenis kain ini memiliki hygienic properties yang lebih baik jika dibandingkan dengan jenis kain TC.
  • Karakteristiknya lebih kuat jika dibandingkan dengan jenis kain Cotton yang mengandung 100% serat kapas alami.
  • Memiliki tingkat penyusutan atau shrink kain yang relatif lebih rendah.
  • Tidak mudah luntur karena memiliki daya penyerapan warna yang baik.
  • Memiliki daya tahan yang lebih awet.

Dengan mengetahui karakteristik dan keunggulan dari jenis kain CVC maka akan lebih memudahkan untuk memilih jenis kaos polos sesuai dengan kualitas dan harga yang diinginkan.  Untuk jenis kain dengan komposisi Cotton yang lebih banyak daripada Polyester, tentu masing-masing vendor atau suplier memiliki stok yang berbeda sesuai dengan ketersediaan jenis bahan kaos CVC yang ada. Kaos polos dengan bahan CVC juga banyak digunakan untuk model polo shirt polos.

http://kaospolosandalas.com

Apa itu kaos polos TC

kaos-polos-TC

Ada banyak jenis kain yang bisa digunakan dalam pembuatan kaos polos, masing-masing memiliki karakteristik yang berbeda, sebagai contoh Cotton Combed dan Cotton Carded.  Meskipun keduanya terbuat dari 100% serat kapas alami namun tetap memiliki perbedaan dalam hal kualitas maupun harga, demikian juga untuk jenis bahan kaos polos lainnya.  Penting kiranya untuk mengetahui jenis-jenis kain yang digunakan dalam pembuatan kaos polos, agar bisa dijadikan referensi sebelum membeli kaos yang diinginkan. Kali ini kita akan mengulas jenis kain Teteron Cotton atau biasa dikenal dengan istilah TC sebagai salah satu jenis kain yang digunakan dalam pembuatan kaos polos.

Teteron Cotton atau TC merupakan jenis bahan kaos yang terbuat dari kombinasi antara 2 jenis bahan yaitu Polyester dan Cotton atau katun.  Jika katun terbuat dari serat kapas alami, maka jenis kain TC memadukan kain katun dengan Polyester yang terbuat dari serat sintetis berupa fiberpoly. Material ini adalah bahan yang biasanya digunakan dalam pembuatan biji plastik.  Karena terbuat dari serat sintetis, Polyester memiliki karakteristik yang cenderung panas dan tidak menyerap keringat.  Karakteristik lain dari jenis bahan Polyester adalah kuat dan tahan meski direndam selama 3 jam, dan jika terkena noda minyak atau makanan cenderung susah untuk dihilangkan, itulah sebabnya jenis bahan ini sering dikombinasikan dengan jenis bahan lainnya seperti katun.

Jenis kain TC memiliki komposisi campuran Polyester yang lebih banyak dibandingkan Cotton, biasanya terdiri dari 35% Cotton dan 65% Polyester.  Atau bisa juga dengan komposisi yang berbeda, namun kandungan Polysternya tetap lebih banyak daripada kandungan Cottonny.  Hal ini sangat tergantung pada produsen dan kualitas bahan TC itu sendiri.  Jika dilihat dari sejarahnya, jenis kain TC atau Teteron sebenarnya adalah merk dagang dari produk fiber polyester yang telah diproduksi sejak tahun 1958 oleh Teijin dan Toray Industries.  Nama Teteron sendiri merupakan hasil dari sebuah kompetisi yang diadakan oleh Toray (Toyo Rayon) ketika mencari nama terbaik untuk produk Polyesternya.

Biasanya jenis bahan TC ini digunakan untuk pembuatan kaos polos maupun kaos sablon.  Jika dibandingkan dengan jenis kain Cotton, maka kain TC cenderung kurang nyaman karena selain panas, jenis kain TC juga kurang bisa menyerap keringat.  Meski demikian, jenis kain TC juga memiliki kelebihan seperti  misalnya tidak mudah kusut dan tidak mudah melar meskipun telah dicuci berkali-kali.  Keunggulan lain dari jenis kain ini tentu saja memilki range harga yang lebih terjangkau jika dibandingkan dengan jenis kain Cotton, dan biasanya digunakan untuk pembuatan kaos promosi, kaos partai, atau kaos olahraga dengan harga yang relatif murah.

Namun dengan kemajuan teknologi saat ini, memungkinkan untuk mengolah kembali bahan kaos TC dengan proses lebih lanjut menggunakan bahan kimia yang melembutkan sehingga menghasilkan jenis bahan TC yang lebih lembut.  Jenis bahan TC yang sudah diproses tersebut dikenal dengan istilah TC Soft yang memiliki karakteristik lembut menyerupai Cotton.  Agar tidak terkecoh, maka TC Soft dan Cotton bisa dibedakan dengan mengenakannya secara langsung dan berada di bawah sinar matahari.  Jika kaos polos terasa sangat panas maka kemungkinan besar terbuat dari TC Soft karena tidak terbuat dari 100% serat kapas alami, berbeda dengan jenis kaos polos Cotton yang tetap adem saat dikenakan meski cuaca sedang panas.

http://kaospolosandalas.com

Kategori Warna Kaos Polos Untuk Pembuatan Kaos Sablon

kategori-warna-kaos-polos

Selain jenis bahan kaos polos, salah satu hal penting yang perlu diperhatikan dalam berbelanja kaos polos yang akan dipakai atau diproses sablon adalah pemilihan warna.  Pada dasarnya ada banyak pilihan warna menarik yang bisa dijadikan referensi saat melakukan pemesanan untuk membuat kaos sablon dengan menggunakan kaos polos, Pemesan bisa memilih sesuai dengan seleranya masing-masing.  Setidaknya ada 5 kategori warna dalam pemilihan kaos polos, dimana masing-masing kategori memiliki variasi pilihan warna yang berbeda.

Berikut ini adalah 5 kategori warna kaos polos yang bisa dipilih sebelum melakukan pemesanan:

Warna putih

Kategori warna ini hanya memiliki satu karekteristik saja, yaitu putih.

Warna hitam

Kategori warna hitam pada kain bahan kaos dibedakan ke dalam warna Hitam Reaktif dan Hitam Sulfur.

Warna Muda

Kategori warna muda pada kain bahan kaos meliputi warna Tosca Muda, Abu Muda, Biru Muda, Ungu Muda, Pink, dan Salem.

Warna sedang

Pada kategori warna sedang, warna kain bahan kaos meliputi Kuning Kenari, Kuning Emas, Orange, Hijau Full, dan Hijau Pucuk.

Warna tua 

Untuk kategori jenis warna tua, maka pilihan warnanya meliputi Maroon, Merah Cabe, Coklat tua, Hijau TNI, Navy, Biru Benhur, Turqis Tua, Abu Tua, Ungu Tua, dan Merah Fanta.

Pemilihan warna kaos polos pembuatan kaos sablon baik sablon kaos manual maupun sablon kaos DTG sangat penting karena hasil akhir design sangat ditentukan oleh warna dasar kaos. Pastikan design yang akan disablon kontras dengan kaos polos sebagai warna dasar, dengan demikian kaos yang dikenakan bisa menambah rasa percaya diri.  Jika seseorang mengenakan kaos dengan warna yang tidak disukai yang justru bisa menurunkan rasa percaya diri karena merasa tidak nyaman dengan warna tersebut.

Selain pemilihan warna sesuai dengan kategori warna kaos polos, hal lain yang tidak kalah penting untuk dipertimbangkan saat melakukan pemesanan kaos polos untuk pembuatan kaos distro adalah pemilihan jenis bahan kaos polos.  Jenis bahan kaos akan sangat berpengaruh pada hasil  sablon dan tentu saja harga.  Adapun jenis bahan kaos polos yang paling direkomendasikan dalam pembuatan sablon kaos adalah Cotton Combed, karena jenis kain ini memiliki karakteristik menyerap tinta sablon dengan baik.  Kualitas jenis kain katun ini tidak lepas dari bahannya yang terbuat dari 100% serat kapas alami, sehingga tidak panas dan nyaman saat dikenakan.

Selain warna dan jenis kain bahan yang akan digunakan untuk pembuatan kaos, dalam bisnis kaos distro penting juga untuk mempertimbangkan sablon yang akan diaplikasikan pada kaos.  Salah satu jenis sablon yang sering direkomendasikan untuk jenis kain katun adalah sablon DTG, karena hasilnya relatif halus, awet dan tahan lama walaupun tetap saja semua tidak terlepas dari kualitas tinta yang akan digunakan untuk keperluan sablon.  Tentunya pemilihan sablon maupun design gambarnya juga harus disesuaikan dengan kategori warna kain bahan kaos yang dipilih sebelumnya, agar hasil sablon dengan warna dasar kain menghasilkan perpaduan warna yang menarik.

Sebagai contoh, untuk jenis tinta Extender biasanya akan memberikan hasil yang bagus jika diaplikasikan pada kain katun dengan warna terang atau kategori warna muda, demikian juga dengan jenis Glow in the Dark yang akan memberikan hasil terbaik jika dicetak pada kain dengan warna dasar putih.

http://kaospolosandalas.com

Apa Itu Kaos Polos Built Up atau Kaos Polos Body Size

kaos-polos-body-fit

Seiring dengan perkembangan kaos distro yang menjamur saat ini, berbagai jenis kaos polos dengan aneka ukuran semakin banyak alternatif pilihannya.  Para produsen kaos distro bisa memiliki banyak pilihan ketika membeli atau memesan kaos polos untuk disablon.  Besar kecilnya ukuran kaos polos tentu akan sangat berpengaruh pada kenyamanan saat dikenakan, walaupun masing-masing individu mungkin memiliki standar ukuran favorit tersendiri yang paling nyaman saat memilih sebuah kaos.

Dalam produksi kaos distro ada beberapa standar ukuran kaos polos yang bisa dipilih tergantung dari selera dan mode yang diinginkan oleh costumer.  Setidaknya ada dua parameter yang bisa digunakan untuk mengetahui ukuran kaos, yaitu lebar kaos dan panjang kaos.  Dengan model standar round neck maupun v-neck.  Meski demikian, standar dan kriteria ukuran kaos S, M, L, XL, dan XXL dalam pembuatan kaos distro masing-masing merek tidak sama.

Salah satu ukuran kaos yang juga diminati saat ini adalah kaos polos built up atau biasa disebut kaos polos body Size. Kaos polos built up atau body size adalah kaos polos yang dibuat dari bahan kaos yang turbular (melingkar seperti sarung), sehingga hasil akhir kaos polos built up adalah sebuah kaos polos tanpa jahitan samping.  Lebar kaos polos body size menyesuaikan dengan lebar bahan kaos itu sendiri. Banyak kaos polos impor menggunakan model ini karena dalam prosesnya, menggunakan bahan kaos yg turbular lebh menghemat biaya dan proses produksi menjadi lebih efisien.

Bahan kaos polos built up tidak bisa dibeli di sembarang tempat. Kebanyakan perusahaan garment atau konveksi harus memesan ke pabrik kain dengan minimal order yang cukup besar. Namun demikian, ukuran bahan yang nantinya menjadi lebar badan kaos bisa dibuat sesuai permintaan pemesan. Biasanya ukuran dalam satuan inchi. Ukuran diameter bahan kaos turbular yang pada umumnya beredar di pasaran adalah mulai dari 30 inch sampai 40 inch. Semua ini bertujuan untuk efisiensi proses produksi kaos.

Tidak adanya jahitan pada kedua sisi kaos memberikan kesan rapi dan bisa digunakan sesuai ukuran badan sehingga pas dan enak dilihat.  Namun demikian ukuran standar untuk body size masing-masing individu bisa saja berbeda karena ukuran badan yang tidak sama.  Ukuran kaos bisa meliputi lebar badan, yaitu setengah lingkar badan atau diukur dari bawah lingkar lengan secara horisontal dan panjang badan yang diukur dari titik bahu teratas sampai ke ujung tepi bawah kaos secara vertikal.

Jenis kaos polos body size atau built up  ini dianggap memiliki kualitas yang bagus sehingga sering digunakan untuk pembuatan kaos distro.  Selain memiliki karakteristik yang lembut karena terbuat dari 100% katun (Cotton Combed), jenis kaos body size ataupun built up memberikan kesan trendy karena tanpa jahitan di kedua sisinya. Dari segi sablon, faktor ini mempermudahjika ingin membuat sablon kaos dengan design yang menyambung dari depan sampai belakang kaos. Selain itu, tidak semua konveksi mampu memproduksi jenis bahan kaos body size sehingga semakin menambah kesan ekslusif pada kaos ini.

Untuk standar kaos polos distro, biasanya pada beberapa jenis kaos polos body size diaplikasikan jahitan rantai pada bagian sambungan pundak dan leher sehingga jahitan relatif lebih kuat dan tahan lama.

http://kaospolosandalas.com

Mengenal Gramasi Untuk Tiap Jenis Kaos Polos

gramasi-kaos-polos

Penggunaan bahan kaos Cotton Combed sebagai bahan kaos polos banyak dipilih oleh produsen kaos polos karena memiliki kualitas yang bagus, dimana jenis kain ini terbuat dari 100% serat kapas alami dengan proses pemintalan khusus sehingga hasil kainnya sangat halus dan berkualitas.  Selain itu, jenis bahan kaos polos ini juga memiliki tekstur yang kuat dan nyaman saat digunakan karena sifatnya tidak panas dan menyerap keringat.  Tidak mengherankan jika harga kaos polos Cotton Combed relatif lebih mahal karena kualitasnya tersebut.  Pada kaos Cotton Combed polos, biasanya akan ditemukan label 20s, 24s, 30s, dan 40s yang masing-masing memiliki perbedaan gramasi.

Mungkin masih ada sebagian pembeli kaos yang belum memahami arti dari istilah yang ada pada kaso Cotton Combed tersebut.  Pada dasarnya paduan angka dalam bahan tersebut menunjukkan ukuran ketebalan bahan atau satuan ukuran berat kain dalam gram/meter persegi yang dikenal juga dengan istilah gramasi.  Dimana semakin kecil angka yang tertera menunjukkan bahwa bahan kain semakin tebal.  Angka yang tertera seperti 20, 24, 30, dan 40 menunjukkan tipe benang yang digunakan saat proses perajutan hingga menjadi bahan kain.  Sedangkan huruf S berarti “Single Knit” yang artinya bahan kaos hanya dirajut dari satu sisi saja (tidak bisa dipakai bolak-balik).

Tidak ada standar pasti yang berlaku untuk masing-masing produsen kain katun dalam menghasilkan jenis kain Cotton Combed.  Sehingga ukuran 20s dari satu produsen bisa saja memiliki ketebalan yang berbeda dengan ukuran 20s dari produsen lainnya. Pada umumnya, untuk keperluan kaos distro vendor menggunakan jenis bahan Cotton Combed 20s dan 30s karena lebih tebal.

Berdasarkan tipe benang tersebut, jenis bahan kao katun combed bisa dibedakan menjadi beberapa kategori berikut ini:

Combed 40s

Istilah Combed 40s menunjukkan bahwa untuk menghasilkan bahan kain dengan gramasi antara 110-120 gram/meter persegi menggunakan benang 40 dan jenis rajutan jarum tunggal (single knit)yang ditunjukkan dengan huruf ‘s’ di belakang angka 40.  Sedangkan untuk jarum ganda (double knit) bisa menghasilkan bahan kain dengan gramasi antara 180-200 gram/meter persegi.

Combed 30s

Pada Combed 30s, digunakan benang 30 untuk menghasilkan bahan kain yang memiliki gramasi antara 140-155 gram/meter persegi dengan jenis rajutan jarum tunggal.  Sedangkan untuk jarum ganda (double knit) bahan kain yang dihasilkan bisa mencapai gramasi 210-230 gram/meter persegi.

Combed 24s

Benang 24 digunakan untuk menghasilkan bahan kain dengan gramasi 170-210 gram/meter persegi, dengan jenis rajutan jarum tunggal (single knit) sesuai dengan huruf ‘s’ yang ada di belakang angka 24.

Combed 20s

Untuk Combed 20s, benang 20 digunakan untuk menghasilkan bahan kain yang memiliki gramasi antara 180-220 gram/meter persegi dengan jenis rajutan jarum tunggal.

Jenis rajutan tunggal (single knit) pada kaos polos tersebut memiliki karakteristik yang padat, rapat, dan cenderung kurang lentur.  Jenis rajutan inilah yang biasanya banyak beredar di pasaran karena memiliki kelebihan tersebut.  Sedangkan pada jenis rajutan double knit, bahan kain yang dihasilkan bisa digunakan bolak balik karena kedua sisinya sama, dengan karakteristik yang kenyal, tidak rapat dan cenderung lentur.  Biasanya ditandai dengan huruf ‘D’ pada belakang angka, dan jenis bahan ini banyak digunakan untuk pembuatan kaos polos bayi karena karakteristiknya yang lentur dan nyaman.

Sumber: http://kaospolosandalas.com

Perbandingan Kaos Polos Cotton Combed dan Kaos Polos Cotton Carded, Mana yang lebih Baik?

beda-combed-vs-carded

Pemilihan bahan dalam pembuatan kaos polos memiliki peran yang sangat penting karena berkaitan erat dengan tingkat kenyamanan kaos polos tersebut saat digunakan.  Mengetahui jenis bahan kaos polos mutlak diperlukan jika ingin mendapatkan kaos polos yang berkualitas.  Biasanya kaos polos yang berkualitas menggunakan bahan katun seperti Cotton Combed atau Cotton Carded karena memiliki banyak kelebihan.  Kedua istilah bahan tersebut mungkin sudah sering kita dengar meskipun belum begitu memahami perbedaan diantara keduanya.  Perbandingan berikut ini akan menjelaskan karakteristik masing-masing bahan untuk mengetahui jenis bahan yang paling baik dalam pembuatan kaos.

Bahan katun sendiri terbuat dari serat kapas alami yang diproses hingga menjadi benang dan kain.  Berdasarakan proses pembuatannya jenis bahan katun dibedakan menjadi Cotton Combed dan Cotton Carded.

Cotton Combed

Istilah Cotton Combed berasal dari nama mesin pembuatnya yang dikenal dengan mesin Combing, dimana dalam proses pemintalannnya benang yang terbuat dari kapas akan melalui proses combed atau disisir dengan mesin combing.  Melalui proses ini, serat kapas yang dihasilkan lebih panjang dan sisa serat kapas yang lebih pendek akan dihilangkan sehingga benang yang dihasilkan lebih kuat dan halus karena jarang ada sambungan serat kapas dalam benangnya.

Karakteristik Cotton Combed:

  • Terbuat dari 100% katun
  • Tersedia dalam keteblan 20s, 23s, dan 30s yang menunjukkan tipe rajutan jarum tunggal yang rapat dan padat
  • Memiliki kualitas yang sangat baik
  • Harga relatif lebih mahal
  • Nyaman saat digunakan karena tidak panas dan lembut
  • Memiliki serat dan tekstur yang lebih halus daripada Cotton Carded
  • Tekstur kain tidak berbulu, lebih kuat dan tidak mudah sobek
  • Memiliki daya serap keringat yang baik sehingga sangat cocok dikenakan di daerah tropis
  • Tingkat kerataan benang sangat baik karena jarang ada sambungan serat kapas
  • Tidak mudah menyusut saat dicuci
  • Biasanya digunakan untuk pembuatan kaos distro karena kualitasnya bagus dan mudah disablon
  • Kualitas bahan lebih tinggi jika dibandingkan Cotton Carded.

Cotton Carded

Jika Cotton Combed melalui proses combed dengan mesin Combing, maka proses pembuatan Cotton Carded tidak melalui proses tersebut.  Dimana pemintalan benang hanya menggunakan mesin Carding dan proses pemilahan kapas dilakukan dengan cara carding atau menggaruk sehingga masih tedapat sisa serat kapas yang pendek.  Bahan kain yang dihasilkan tidak sehalus Cotton Combed, cenderung kurang rapi dan berbulu karena masih mengandung serat kapas yang pendek.

 

Karakteristik Cotton Carded:

  • Terbuat dari 100% katun
  • Tersedia dalam ketebalan 20s, 23s, 30s dimana jenis rajutan single atau jarum tunggal sehingga lebih rapat, padat dan kurang lentur
  • Memiliki kualitas yang baik
  • Harga cenderung sedang atau dibawah Cotton Combed
  • Nyaman saat digunakan karena tidak panas dan daya serap keringat baik
  • Memiliki tingkat kerataan benang yang kurang baik
  • Cenderung menyusut saat dicuci
  • Biasanya digunakan untuk kaos promosi atau marchandise
  • Cenderung berbulu karena masih ada sisa benang pendek
  • Kualitas bahan lebih rendah jika dibandingkan Cotton Combed

Pada dasarnya Cotton Combed maupun Cotton Carded bisa dijadikan bahan kaos polos yang nyaman untuk dikenakan, meski demikian kualitas dan harga kaos polos juga sangat tergantung pada kualitas jahitan, kualitas sablon maupun kerapiannya.  Sehingga konsumen bisa memilih kaos polos dengan bahan katun yang diinginkan sesuai dengan selera dan budget yang dimiliki.

Sumber: http://kaospolosandalas.com

Memulai Bisnis Sablon Kaos Sendiri

Bisnis sablon kaos memang memiliki peluang yang baik. Masih banyak orang yang menjadikan T-shirt sebagai cendera mata atau pakaian kasual yang memang cocok untuk iklim negara kita. Mari kita belajar dari pebisnis yang berhasil dalam bidang ini. Sebut saja Dagadu dari Yogya,Joger dari Bali dan C-59 dari Bandung. Salah satu keberhasilan mereka adalah karena mereka memiliki desain yang orisinil dan khas!

Kunci sukses dalam bisnis sablon kaos ini adalah desain. Nah, ciptakan desain-desain yang baik dan unik agar menempati posisi yang baik di mata konsumen. Ini penting jika Anda memang ingin membangun brand atau merek sendiri.

Tentu amat berbeda jika untuk ’sekadar’ membuat sablon kaos biasa. Desain menjadi tidak penting karena desain dapat diambil dari mana saja. Contohnya, nama klub dan logo sepak bola dari Liga Italia, Liga Inggris, atau Liga Indonesia, merek-merek terkenal, atau sablon kaos untuk kepentingan instansi atau sekolah.

Desain kaos yang ‘biasa’ ini memang banyak diperjualbelikan di pasar atau toko mana saja karena sifatnya yang umum. Risikonya ya harus bertarung dengan yang lain, apalagi harga kaos seperti ini bisa dibawah 20 ribu rupiah. Anda harus membuatnya dalam jumlah banyak agar skala ekonomis terpenuhi.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah mutu, baik mutu kaos maupun mutu pengerjaan sablonnya. Desain yang bagus kalau dikerjakan dengan ceroboh tentu akan merusak hasil yang diharapkan. Pengetahuan cara menyablon memang harus dikuasai.untuk mempersingkat learning curve (kurva pengetahuan) dan bisnis Anda, Anda dapat melakukannya dengan menerima tukang sablon yang berpengalaman bekerja pada bisnis Anda. Dengan cara seperti ini, bisnis Anda dapat cepat terwujud.setelah desain ada,produknya jadi, tentu pasarnya yang kita tuju.

 Bagaimana strateginya?

Secara ringkas, untuk produk sablon yang ‘biasa’ tentu Anda harus memiliki distributor yang banyak di setiap pasar, toko bahkan kaki lima untuk memasarkannya. Juga hubungan yang baik dengan instansi atau sekolah yang memerlukan seragam olahraga atau acara dengan memberikan proposal dan harga yang rasional.

Untuk desain kaos dengan merek sendiri, tentu lebih khusus lagi. Memiliki toko sendiri atau gerai tersendiri di department store tertentu atau butik-butik tertentu akan mendongkrak citra produk Anda. Harga kaos Anda pun dapat sedikit di atas rata-rata. Penempatan lokasi jual produk juga harus Anda perhatikan. Dekatkan dengan konsumen yang hendak Anda tuju.

Berapa sih budget yang harus di keluarkan untuk membuka bisnis sablon kaos manual?

Ini adalah sebuah pertanyaan yang sering ditanyakan oleh banyak orang. Dalam menyablon kaos, memang banyak rangkaian proses yang harus dilakukan. Rangkaian proses sablon kaos itu di mulai dari:

Yang pertama adalah membuat film sablon, Apabila anda membuatnya sendiri maka harus  ada komputer dan printer. Kalau tidak punya anda bisa order ditempat lain atau tempat setting film sablon yang lain. biaya yang harus dikeluarkan  buat beli komputer dan printer? Contoh saja anda beli 1 set komputer seharga Rp. 3.000.000,- dan printer yang  memakai  ukuran A3 Rp. 4.000.000,- . jadi totalnya Rp. 7.000.000,-  tentu saja anda harus punya skill yang cukup untuk membuat film sablon. Bagaimana dengan menyerahkan pekerjaan ini ke professional? Biasanya harga setting film sablon sekitar rp 25,- sampai Rp 100,- per cm tergantung tingkat kesulitan.

Selanjutnya adalah proses afdruk screen, kebanyakan desain biasanya memiliki  4 – 5  warna pada satu sablon. Dengan demikian, anda harus memiliki 4 – 6 screen untuk membuatnya. Untuk harga satu screen untuk sablon kaos dengan ukuran 40X50 harganya sekitar 40.000 rupiah.  Jadi kurang lebih anda harus menyiapkan dana kurang lebih 200.000 rupiah. Kemudian anda juga harus membeli obat afdruk. Harga 1 kg obat ini sekitar 45.000 rupiah dan bisa digunakan lebih dari 30 screen. Apabila anda mau afdruk menggunakan lampu, maka anda butuh yang namanya meja afdruk. Meja afdruk dapat anda buat sendiri, untuk biaya sekitar 300.000 rupiah dengan ukuran A3 dan menggunkan 3 lampu. Dengan begitu anda sudah bisa untuk melakukan afdruk screen. Tentu saja baik screen atau meja afdruk bisa dipakai berulang kali untuk proyek sablon berikutnya.

Kemudian setelah afdrukan anda selesai, selanjutnya anda harus melakukan penyemprotan pada area gambar dengan menggunakan alat semprot yang biasa dipakai untuk menyemproti burung atau biasanya juga dipakai oleh banyak tukang rambut  dan semprotan ini harganya sekitar Rp. 22.500,- yang kualitas bagus.

Apabila proses pembentukan gambar selesai maka screen dapat dikeringkan dan kemudian proses sablon kaos bisa dimulai, selanjutnya anda akan membutuhkan alat penepat proses sablon kaos, papan kaos, lem yang digunakan untuk menempel kaos, pewarna rakel, tinta sablon, pewarna, rakel dan juga alat bantu pengeringan, anda bisa pakai hairdryer. untuk rincian harganya sebagai berikut: Untuk triplek dengan 25 papan kaos harganya Rp. 225.000,- ,harga lem untuk menempel kaos sekitar Rp. 40.000,- untuk harga rakel ukuran 35 cm sekitar Rp. 70.000,- tinta sablon harganya sekitar Rp. 68.000 yang kualitas lumayan. Pewarna dengan  5 macam harga sekitar Rp. 50.000,- ,dan harga hairdryer biasa sekitar Rp. 100.000,- untuk peralatan yang lain  seperti isolasi dan tempat aduk2 tinta , tidak usah anda hitung dulu.

Apabila anda menginginkan hasil yang dan kuat , maka tentunya anda membutuhkan mesin press kaos, tapi harga alat ini cukup mahal sekitar Rp. 3.000.000,- , apabila kemahalan anda bisa pakai setrika kok!!.

Beberapa peralatan sablon yang terus harus tersedia tentunya ada cairan emulsi screen, pembersih screen, pasta-pasta, dan lain-lain sesuai dengan kebutuhan design. Total biaya investasi sekitar 10-15 juta rupiah.

Investasi diatas tergolong tidak mahal jika dibandingkan dengan biaya modal sablon digital atau DTG. Namun, itu semua adalah peralatan. Lebih penting untuk diperhatikan adalah skill sablon dan kreativitas yang bisa membuat semua investasi terseut menjadi keuntungan. Jadi, siapkan kaos polos dan angkat rakelmu kawan!!

Sumber: http://kaospolosandalas.co.id